Copyright 2020 - Custom text here
  • DIRGAHAYU INDONESIA KE-75 TAHUN

  • Idul Fitri 1441 H

  • Pencegahan Corona

  • Pamekasan Hebat

  • Hari Batik

Kementerian Pertanian telah mengalokasikan APBN senilai lebih dari Rp 42 Miliar termasuk bantuan benih hortikultura yang dialokasikan untuk Kabupaten Pamekasan tahun ini.

Ketua Kelompok Tani Tani Sejati, Musafi menuturkan petani dengan modal Rp 50 - 60 juta per hektare, masih bisa dapat untung. "Bahkan sekarang pedagang Jawa kejar barang ke sini untuk dikirim ke Jakarta sampai Kalimantan," ungkapnya bahagia.

Petani biasa tanam tiga kali dalam setahun terutama di lokasi cukup air. "Karenanya, Mohon bantuan pemerintah untuk alat kultivator, pompa dan traktor karena petani sangat membutuhkannya," pinta Musafi dengan logat khasnya.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Lisa Widyawati dan Kepala Bidang Hortikultura Ir. Nolo Garjito menjelaskan bahwa Dinas sering  menyambangi kebun bawang merah di wilayah ini terutama di puncak musim hujan. "Kendala di sini jika tanaman terkena embun upas besoknya langsung rebah dan muler. Apalagi kalau umur tanaman masih 15 - 30 hari, sangat rentan," dan untuk menekan resiko gagal, petani biasanya langsung mengaplikasikan cukup fungisida ke tanaman mereka. "Masih bisa dipanen, tapi provitasnya turun," tuturnya.

Wanginya bawang merah juga ternyata menarik minat beberapa petani muda setempat. "Mereka ini lulusan S1, pernah menghadap saya dan menyampaikan bahwa mereka serius ingin bertani dan memajukan desanya. Yang begini perlu didukung,"

Saat ditanyakan motivasi, mereka menyatakan niatnya untuk memajukan desa. "Dengan bertani bawang merah, kami ingin memajukan desa. Saya bangga karena petani itu berjasa bagi negara. Tidak hanya pekerja kantoran saja yang berdasi, bisa jadi petani dapat juga dapat berdasi," ujar Rohmady Efendi, salah seorang di antaranya.

( Sumber : https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/horti/8120-Anti-Mainstream-ala-Pamekasan-Tanam-Bawang-Merah-Off-Season )