Copyright 2020 - Custom text here
  • DIRGAHAYU INDONESIA KE-75 TAHUN

  • Idul Fitri 1441 H

  • Pencegahan Corona

  • Pamekasan Hebat

  • Hari Batik

         Maksud dari acara tersebut adalah dalam rangka kunjungan lapangan terkait program-program kerjasama Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan Bappenas, secara khusus implementasi model kolaborasi swasta-pemerintah untuk peningkatan pendapatan petani jagung khusus di Kabupaten Pamekasan.

       Bupati Pamekasan menjelaskan bahwa potensi luas tanam jagung di Kabupaten Pamekasan tahun 2016 seluas 40.081 ha dengan rincian 31.263 ha (78% dari total potensi) masih menggunakan benih jagung lokal dengan produktivitas 25,00 kwintal per ha, maka tercapai produksi sebanyak 78.158 ton, sedangkan petani yang menggunakan benih hibrida seluas 8.818 ha dengan produktivitas 65,00 kwintal per ha, maka tercapai produksi sebanyak 57.317 ton. total produksi jagung Kabupaten Pamekasan tahun 2016 sebanyak 135.475 ton.

        Dengan Adanya Kolaborasi antara  Dinas Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, bersama Prisma dan PT. DUPONT Tbk, diharapkan bagaimana merubah mindset petani yang awalnya menggunakan benih lokal beralih menggunakan benih hibrida seluas 31.263 ha dengan produktivitas 6,50 ton per ha, maka akan tercapai produksi sebesar 203.045 ton. dengan tetap mempertahankan jagung lokal sebesar 22 % dari total potensi seluas 8.818 ha dengan produksi 22.210 ton, maka total produksi yang diharapkan 225.255 ton. Sehingga ada peningkatan produksi untuk mendukung ketahanan pangan nasional sebanyak 89.780 ton.

       

       Adapun hasil yang dicapai dari kerjasama tersebut petani yang menerima sosialisasi  gap jagung sebanyak 7.020 orang, dan tahun 2019 Kabupaten Pamekasan mendapat alokasi bantuan benih jagung hibrida dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia 75 ton seluas 5.000 hektar, realisasi tanam bulan maret 2019 seluas 1.211 hektar dan rencana tanam bulan oktober 2019 seluas 3.789 hektar.

       

       Akhmad Muzakki, SP selaku Kasi. Produksi Tanaman Pangan menjelaskan Kunjungan Lapangan tersebut diharapkan nantinya dapat meningkatkan motivasi para petani pamekasan untuk terus berkreasi dan berjuang meningkatkan produksi dan produktivitas pertaniannya khususnya jagung. Diharapkan juga melalui dem mini jagung untuk memberi contoh langsung kepada petani sehingga petani dapat melihat, mengamati dan membedakan antara jagung lokal dengan jagung hibrida, dengan harapan perilaku petani berubah yang awalnya menggunakan benih jagung lokal ke benih jagung hibrida. ( Admin Ari12)