Copyright 2020 - Custom text here
  • WBK

  • Hari Batik

  • Opal 2019

  • Prisma

  • HUT Kabupaten Pamekasan

Tembakau madura merupakan salah satu jenis tembakau semi aromatis (Akehurst 1981), memiliki kadar nikotin 2–3% dengan aroma yang gurih dan harum (Suwarso et al. 2004). Tembakau madura digunakan sebagai bahan baku rokok keretek. Kebutuhan tembakau madura meningkat seiring dengan semakin meningkatnya selera konsumen kearah rokok yang lebih ringan karena kandungan nikotin tembakau madura umumnya tergolong rendah.  Tembakau madura berkembang di wilayah-wilayah yang beriklim kering, yaitu tergolong kelas iklim D dan sebagian E menurut klasifikasi Schmidt Ferguson (Sholeh dan Machfudz 1999).

Karakteristik tembakau diantaranya ditentukan oleh faktor genetik tanaman, lingkungan tanah, cahaya, temperatur, kadar air tanah, cara budi daya, dan cara curing (Tso 1972).  Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan usaha tani tembakau diantaranya teknik budi daya yang tepat. Untuk mendukung usaha tani tembakau madura dengan produksi dan kualitas yang sesuai dengan permintaan pasar, faktor budi daya harus diperhatikan, mulai dari pengolahan lahan, pembuatan guludan, sampai dengan panen dan pasca panen.

Produksi dan mutu tembakau sangat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh diantaranya adalah iklim, teknik budi daya dan pasca panen. Teknik budi daya yang tepat dapat memaksimalkan produksi dan mutu tembakau yang dihasilkan. Secara umum, teknik budi daya yang diterapkan petani masih sangat bervariasi dan belum menerapkan teknik budi daya yang tepat. Sebagai contoh, sebagian petani belum menerapkan guludan tinggi, pemupukan secara tepat, baik tepat jenis, dosis, waktu dan cara pemberian, serta pangkas, sehingga hasilnya masih belum maksimal. Dengan pemahaman teknik budi daya yang tepat diharapkan mampu memperbaiki teknik budi daya tembakau yang diterapkan oleh petani.

Untuk mendukung kesuksesan  budidaya tembakau di Pamekasan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, telah  menyediakan 35 ton pupuk berbagai jenis untuk musim tanam tembakau 2019. Kasi. Pupuk, Pestisida, Alat dan Mesin Pertanian, Raden Deddy Dwi Yudha Bakti, SE, ketersediaan pupuk tahun ini aman, dengan rincian sebanyak 26.669 ton untuk jenis pupuk Urea, 5.551 ton untuk jenis pupuk SP-36, 7.850 ton untuk jenis pupuk ZA, 5.087  jenis pupuk NPK dan sebanyak 2.510 ton jenis pupuk organik. Totalnya keseluruhan mencapai 47.667 ton.

Untuk pendistribusian pupuk kepada petani, lanjut dia, pihaknya menggunakan kartu tani bagi petani yang ingin mendapatkan pupuk bersubsidi. Petani yang tergabung dalam kelompok tani dipastikan mudah mendapatkan pupuk tersebut.

Budidaya Tembakau bisa didownload disini