Copyright 2020 - Custom text here
  • DIRGAHAYU INDONESIA KE-75 TAHUN

  • Idul Fitri 1441 H

  • Pencegahan Corona

  • Pamekasan Hebat

  • Hari Batik

Video Inovasi Es SELASIH


Berikut Tips ketika Harus keluar dan Masuk Rumah serta Prosedur Bagi yang Datang dari Daerah Lain :

Sumber : FB Badrut Tamam dan Karimata FM 123

   

    Alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Pamekasan tahun 2020 dipangkas hingga sekitar 50 persen. Pemangkasan alokasi pupuk bersubsidi itu tertuang pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan RI) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi.

     Menurut Kasi. Pupuk, Pestisida, Alat dan Mesin Pertanian, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Raden Deddy Dwi Yudha Bakti, SE menjelaskan bahwa Pada Tahun 2019 Alokasi pupuk bersubsidi jenis urea sebanyak 21.873 ton, terdiri dari jenis pupuk ZA sebanyak 7.690 ton, pupuk SP 36 sebanyak 5.597 ton, pupuk.NPK sebanyak 5.467 ton dan pupuk organik sebanyak 2.635 ton. Namun alokasi jatah pupuk pada Tahun 2020, pupuk urea menjadi 13.736 ton, pupuk ZA menjadi 2.885 ton, pupuk SP 36 menjadi 2.372 ton, pupuk NPK menjadi 3.773 ton dan pupuk organik menjadi 524 ton. Jadi terdapat pemangkasan hampir     50 % pada tahun 2020.

    Penetapan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020, sangat jauh dari pengajuan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok ( E RDKK) pupuk bersubsidi Kabupaten Pamekasan. Dalam E RDKK itu, kebutuhan pupuk bersubsidi tahun ini di Pamekasan untuk jenis urea sekitar 39 ribu ton, SP 36 44 ribu ton, ZA 54 ribu ton, NPK 47 ribu ton dan organik 44 ribu ton. Pemotongan alokasi pupuk bersubsidi ini, tidak hanya terjadi di Pamekasan saja. Melainkan, juga terjadi secara Nasional di seluruh Indonesia.

     Dijelaskan bahwa jumlah sebanyak itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan dari  1.019 Kelompok Tani (Poktan), dengan jumlah petani sebanyak 137.495 dan dengan luas tanam 206 ribu hektare lebih yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di wilayah Kabupaten Pamekasan.

    Alternatif untuk mengantisipasi pengurangan alokasi pupuk kimia bersubsidi. Substitusinya, adalah mengoptimalkan pemanfaatan pupuk organik atau pupuk kandang yang sudah banyak diolah oleh masing-masing kelompok tani. Akan tetapi jika tetap tidak ada perubahan maka petani terpaksa harus beralih ke pupuk non subsidi yang harganya jelas lebih mahal. (Sumber : Admin diolah dari berbagai sumber)

 

Setiap musim penghujan, beberapa titik lokasi di perkotaan Pamekasan mengalami musibah banjir. Kondisi itu sering terjadi di beberapa wilayah, salah satunya pada Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan. Bapak Wakil Bupati Kabupaten Pamekasan Raja'e, S.HI, bersama Bapak Sekretaris Daerah Ir. Totok Hartono, M.A memberi perhatian dengan melakukan peninjauan ke lokasi terjadinya banjir pada hari Minggu, yang ditemui oleh Bapak Kasubbag Umum Distanphp Mursafi Mulyono, SE bersama staf yang berjaga di areal Kantor.

Banjir Hari Minggu Kemarin diperkirakan akibat luapan Kali Jombang yang tidak mampu menampung Air Hujan Pasca Hujan Deras mulai Sabtu Sore. Antisipasi Banjir dilakukan mulai pada Malam minggu dengan mengungsikan Kendaraan Dinas yang terpakir di Halaman Kantor demikian juga dengan berkas-berkas kantor dan Peralatan Elektronik diungsikan keatas lemari dan meja Kantor. Banjir diperkiran setinggi 1 Meter lebih.

Sementara Amin Jabir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pamekasan Menjelaskan bahwa  banyak faktor penyebab terjadinya banjir parah di Kabupaten Pamekasan kali ini. Menurutnya, sampah yang dibuang ke sungai secara sembarangan oleh warga bukan menjadi satu – satunya penyebab banjir, namun  dikarenakan sistem saluran air yang tidak bagus. Sehingga diperlukan adanya normalisasi, rekonstruksi, dan redimensi saluran air ataupun drainase, agar tidak terjadi hal yang sama ditahun yang akan datang. 

   

       Pada Hari Jum’at Tanggal 24 Januari Tahun 2020  Dinas Tanaman Pangan Hortikutura Kabupaten Pamekasan mendapat kunjungan dari Kelompok Wanita Tani yang selanjutnya disebut KWT Sedap Malam Desa Ponteh Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan.

     Adapun jumlah peserta yang ikut pada kegiatan tersebut  kurang lebih 30 wanita tani. Pada kegiatan tersebut juga didampingi oleh Sekretaris Distanphp Ir Lisa Widayawati, M.Si beserta sebelas anggota tim Inovasi Distanphp Kabupaten Pamekasan.

    Kunjungan tersebut dikonsep menjadi dua sesi. Sesi pertama pemaparan materi tentang budidaya sayuran secara hidroponik (teknik budidaya hidroponik, kelebihan dan kekurangan) oleh Penyuluh Pertanian Didik Haryono, SP. MM. Setelah pemaparan materi, kegiatan tersebut dialnjutkan dengan pengamatan hasil budidaya sayuran secara hidroponik. Selain pengamatan, pada kegiatan tersebut KWT Sedap Malam juga dijelaskan teknik budidaya sayuran hidroponik secara sederhana, sehingga KWT mampu membedakan teknik budidaya hidroponik secara sederhana dan modern (Intalasi yang lebih lengkap)

    Kunjungan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Kelompok Wanita Tani dalam budidaya sayuran khususnya budidaya sayuran secara hidroponik yang secara langsung dapat berpengaruh terhadap peningkatkan kemandirian dan kesejahteraan keluarga petani. (Sumber : Admin/Tim Inovasi Distanphp)