Pamekasan – Babinsa Desa Kertagena Tengah Pos Koramil 0826/12 Kadur Serda Syarifudin melaksanakan pendampingan penerimaan bantuan benih padi jenis HIBRIDA IR 64 tahun 2017 dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan kepada Gapoktan Harum Sari dirumah Bapak Suja’ie Ketua Gapoktan di Dusun Ba’batoh Barat Desa Kertagena Tengah Kecamatan Kadur. Sabtu ( 7/10/17 )

Adapun penerima bantuan benih padi sebanyak 1250 kg yang dibagikan kepada 5 kelompok tani meliputi ; Poktan Subur Desa Kadur : 250 Kg/10 Ha, Poktan mandiri Desa Bungbaruh : 250 Kg/10 Ha, Poktan Barokah Desa Kertagena Tengah : 250 Kg/10 Ha, Poktan Usaha Jaya Desa Bangkes :250 Kg/10 Ha dan Poktan Kertasari Desa Kertagena Laok : 250 Kg/10 Ha.

Hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan, Babinsa Kertagena Tengah Serda Syarifudin, Mantri Tani Bapak Supandri dan Ibu Sundari penyuluh pertanian beserta 3 orang anggota. Serda Syarifudin mengungkapkan bahwa penyaluran bibit padi dari pemerintah tersebut sebagai tindak lanjut perwujudan ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah sebagai langkah untuk percepatan menuju swasembada pangan.

“Untuk menjamin keberhasilan program tersebut, lanjut Serda Syarifudin, Kodim dan jajaran Koramil akan melakukan pengawalan, pengawasan dan pendampingan terhadap para petani sehingga program pertanian yang telah dicanangkan benar-benar berhasil,” terang Serda Syarifudin.

Sumber : Media Madura

Di era pemerintahan Jokowi-JK, kedaulatan dan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus pemerintah. Para menteri yang mendukung di bidang pangan dan bersinggungan langsung harus mampu menerjemahkan dalam kebijakan pro rakyat. Apa yang dibutuhkan masyarakat, itulah yang menjadi program pemerintah. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pertanian membuat terobosan mekanisasi pertanian yang merupakan hasil karya dari bangsa sendiri. 

Di tahun 2016 terjadi peningkatan alsintan sebanyak 2.000% dibanding tahun 2014 atau terbesar sepanjang sejarah. Kali ini pemerintah melalui Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kementerian BUMN dan Pemerintah Daerah melaunching Kartu Tani untuk wilayah Jawa Timur di Kabupaten Sumenep. Sebenarnya, apa kegunaan Kartu Tani ini?  Kartu Tani merupakan sarana akses layanan perbankan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi (e-wallet). Keunggulan dari Kartu Tani ini antara lain single entry data, proses validasi berjenjang secara online, transparan, multifungsi. 

Ketersediaan data yang lengkap dan akurat dalam Kartu Tani digunakan untuk yang pertama sebagai dasar penyusunan kebijakan bagi Kementerian Pertanian. Kedua, tranparansi penyaluran dana subsidi melalui sistem perbankan bagi Kementerian Keuangan. Ketiga, data kebutuhan pupuk secara akurat sampai tingkat pengecer bagi Pupuk Indonesia. Keempat, bagi Bulog dapat memproyeksikan potensi panen di suatu daerah melalui data pupuk subsidi yang disalurkan, sehingga dapat segera menyerap hasil panennya, menerima dana secara utuh dan membeli pupuk subsidi sesuai kuota yang diberikan bagi petani. Sedangkan keunggulan kelima, bagi dinas pertanian dapat mengetahui produktifitas lahan suatu daerah. Kartu Tani diharapkan menjadi era baru untuk mensejahterakan petani Indonesia.

Himpunan Bank-Bank Negara (HIMBARA) yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, dan Bank Negara Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam pembuatan Kartu Tani. Sejauh ini, setiap bank diberi tanggang jawab satu provinsi. BNI untuk Provinsi Jawa Timur.

 

 

 

PANEN RAYA PERDANA KOMODITAS HORTIKULTURA

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Ir. Isye Windarti bersama Dandim 0826, Letnan Kolonel Infantri Nuryanto, melaksanakan Panen Perdana  Komoditas Hortikultura di Desa Laden, Kecamatan Pamekasan. Budidaya Komoditas Hortikulutra tersebut digagas oleh komunitas Paguyuban Sanren (Pamekasan Keren).

Komunitas Sanren dipimpin oleh Syaiful Hidayat mengatakan bahwa : “Komunitas Sanren memanfaatkan lahan tidur untuk membudidayakan hortikultura. Hasilnya memuaskan. Aneka tanaman hortikulutra seperti mentimun, kubis, bawang merah, gambas, labu dan cabe bisa tumbuh di lahan dataran rendah,”

Kegiatan panen raya perdana komoditas hortikultura dilaksanakan pada hari Rabu 24 Mei 2017 itu menunjukkan aneka tanaman hortikulutra bisa tumbuh subur di dataran rendah dengan suhu kering. “Sejatinya, tanaman hortikulutra banyak ditanam petani di dataran tinggi seperti di kawasan Gunung Bromo dan Kota Batu. Tapi setelah dicoba di Pamekasan, ternyata bisa tumbuh berkembang dengan panenan memuaskan,” “Jika komunitas Sanren berhasil memanen komoditas hortikultura dengan memuaskan, saya yakindi lahan lainnya di Pamekasan bisa dikembangkan budidaya hortikultura. Dengan demikian Pamekasan bisa menyediakan kebutuhan pasar hortikultura dari lahan sendiri,” ajak Letnan Kolonel Infantri Nuryanto.

Ajakan Letnan Kolonel Infantri Nuryanto disambut positif oleh ibu Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Ir. Isye Windarti. “Nantinya, keberhasilan komunitas Sanren bisa ditularkan kepada petani di wilayah pedesaan lainnya. Jika dirawat dengan benar, aneka tanaman hortikultura bisa tumbuh dengan baik di lahan Pamekasan. Saya sangat mengapresiasi kegigihan komunitas Sanren dengan tanaman hortikulutranya,”. (dikutip dari Halo Madura)

 

Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Khalil Asy’ari secara resmi membuka dan meresmikan Agrowisata SANREN (Pamekasan Keren), di Desa Jalmak, Kecamatan Kota Pamekasan Kabupaten Pamekasan, pada hari Kamis  Tanggal 28 September 2017 sebagai tempat Agrowisata Pertanian. Kegiatan peresmian sekaligus panen aneka sayur dan buah hortiklutura ini merupakan motivasi yang mengangkat potensi sayur dan buah lokal hasil panen kebun Holtikultural sebagai tempat Agrobisnis.

“Kami sangat apresiasi terhadap keberhasilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan (DISTANPHP) yang telah mampu mengangkat suatu daerah menjadi daerah yang sangat produktif dijadikan lahan pertanian. Ini patut kita syukuri bersama,” tutur Wakil Bupati Pamekasan, Khalil Asyari dalam sambutannya.

 “Sebagai apresiasi kami terhadap keberhasilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan (DISTANPHP) mengangkat potensi lokal ini, kami akan mencanangkan Desa Jalmak sebagai tempat Agrobisnis,” tegasnya singkat.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan (DISTANPHP), Ir. Isye Windarti, menyatakan : keberhasilannya mengangkat potensi daerah tersebut merupakan sebuah keberhasilan bersama yang di dukung oleh semua pihak, Khususnya Paguyuban Agrowisata Pamekasan Keren (Sanren) yang notabene menjadikan area perkebunan di Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan, sebagai Kebun Holtikurtura.. “Syukur Alhamdulillah keberhasilan kami mengangkat potensi lokal daerah ini, merupakan sebuah keberhasilan bersama yang didukung oleh semua elemen masyarakat dapam menumbuh kembangkan potensi lahan pertanian yang ada,”
Dari itu, pihaknya komitmen untuk terus mengembangkan potensi wisata yang digagas untuk dijadikan sebagai agrobisnis di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Atas prestasi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan tersebut, pihak Pemkab Pamekasan berharap semua instansi pemerintah nantinya bisa bersinergi untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan potensi lokal daerah yang akan dicanangkan sebagai tempat agrobisnis tersebut.

Bentuk sinergivitas yang menjadi harapannya itu, nantinya bisa dibuktikan oleh masyarakat daerah lainnya dengan menciptakan dan menumbuh kembangkan potensi lokal di daerah masing-masing. Nantinya  Agrowisata tersebut bisa berkembang dan ditingkatkan, namun dibutuhkan kerjasama dalam bentuk sinergitas dari berbagai elemen untuk menumbuh kembangkan potensi wisata pertanian dan perkebunan. (@ri_12)

 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sangat yakin betul produksi pangan makin meningkat seiring pengangkatan CPNS Penyuluh Pertanian yang berasal dari Tenaga Harian Lepas TB Penyuluh Pertanian (THL-TBPP).

“Ini adalah semangat baru dan luar biasa. Makanya kami sangat yakin, dengan diangkatnya PPL ini menjadi CPNS Penyuluh Pertanian, pasti produksi lebih meningkat lagi,” kata Amran Sulaiman usai melepas CPNS Penyuluh Pertanian di Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2017).

THL-TBPP, terang Amran sangat penting perannya karena diarahkan untuk melaksanakan tugas pendampingan kepada pelaku utama dalam mengembangkan agribisnis dan membantu Penyuluh Pertanian PNS sesuai dengan programa penyuluhan kecamatan dan program penyuluhan pertanian desa.

Oleh karena itu, selain meningkatkan produksi, Mentan Amran berharap CPNS lebih produktif meningkatkan kualitas, mengendalikan hama hingga melihat potensi-potensi air supaya bisa memenuhi kebutuhan air seperti di musim kekeringan saat ini. “Yang jelas bagaimana melakukan yang terbaik untuk petani-petani Indonesia,” ujarnya.

Soal pengawasan kinerja Penyuluh Pertanian di lapangan, menurut Amran, pihaknya terus melakukan pemantauan walaupun jauh dari ibukota Jakarta. “Kita akan pantau melalui online dengan PPL se Indonesia,” paparnya.

Dijelaskan Amran, pengangkatan CPNS PPL yang berasal dari Tenaga Harian Lepas TB Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) ini merupakan ‘pasukan’ yang sangat tangguh di lapangan dan sudah memiliki pengalaman yang panjang. “Dia adalah pasukan terdepan Kementerian Pertanian, dia penentu produksi, dia menentukan bagaimana kondisi lapangan, bagiamana pendampingan dilakukan,” pungkas Amran.

Seperti diketahui, PPL yang diangkat menjadi CPNS tahun ini sekitar 6.000 orang yang berusia 35 tahun. Namun yang ikut dilepas secara simbolik sekitar 300 orang. "Ini peserta 300 orang CPNS Penyuluh Pertanian perwakilan dari 143 kabupaten/kota dan 34 provinsi di seluruh Indonesia," tambah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementan Momon Rusmono. (@ri_12)