Copyright 2018 - DISTANPHP KAB. PAMEKASAN Email : distanphp@gmail.com

       Sebanyak 157 pejabat ASN di Jajaran Pemerintah Kabupaten Pamekasan terdiri atas pejabat Administrator Eselon III dan pejabat Pengawas Eselon IV dimutasi pada Selasa (17/10/2017) pagi oleh Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari. Pelantikan para pejabat dihadiri oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan segenap pimpinan DPRD. Mutasi tersebut berlangsung di Pendopo Ronggosukowati Kabupaten Pamekasan. Rotasi dan Promosi pejabat ini dibacakan langsung Bapak Lukman Hedi Mahdia SH, M.Si Selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Pamekasan.

       Terdapat 5 ASN dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan yang hadir pada acara tersebut, yakni 1 Pejabat Pengawas Eselon IV yang dirotasi ke sub bidang lain yakni ELLY ERAWATI sebagai Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan dan 3 Staf Pelaksana yang promosi menjadi Pejabat Pengawas Eselon IV di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan (DISTANPHP) antara lain : RADEN DEDDY DWI YUDHA BAKTI, SE Pj. Kasi Pupuk, Pestisida, Alat dan Mesin Pertanian, ACHMAD SYAHIBULLAH, SP., M.Agr Kasi Lahan, Irigasi dan Pembiayaan, serta MOHAMMAD SYAHIRAL LAYALIE, SP Pj. Kasi Pengolahan dan Pemasaran  Hasil Tanaman Pangan dan 1 Staf Pelaksana yang promosi keluar sebagai Pejabat Pengawas Eselon IV pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pamekasan (BAPPEDA) :  M. SYAIFUL ANWAR, S.Pt  Pj. Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi. Ratusan pejabat lainnya juga dibacakan, yang kemudian diambil sumpahnya oleh Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari selaku Plt. Bupati Pamekasan (Diolah dari berbagai Sumber).

Daftar nama mutasi pejabat dapat di download disini : (Daftar Mutasi 157 ASN Pamekasan)

FIELD TRIP KEGIATAN SEKOLAH LAPANG USAHA TANI TEMBAKAU

DINAS TANAMAN PANGAN, HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN KABUPATEN PAMEKASAN

 Selama dua hari mulai  tanggal 28 sampai dengan 29 September 2017, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan melakukan Kunjungan Dinas ke Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS) di Jalan Raya Karangploso Malang Jawa Timur, dalam rangka Field Trip kegiatan Sekolah Lapang Usaha Tani Tembakau. Kegiatan ini melibatkan 12 Gapoktan terdiri dari 72 kelompok tani, 13 Mantri Tani Kecamatan dan 15 Pegawai Pertanian dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang. Rombongan dipimpin oleh Bapak Suharto, SP selaku Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan di Balittas diisi oleh penyampaian Pengetahuan dibidang Tanaman Tembakau. Materi yang disampaikan tentang hama/penyakit tanaman tembakau sesuai dengan permintaan dari para peserta. Pemateri adalah Dr. Titiek Yulianti dan Heri Prabowo, SP,MSc dari kelompok peneliti Entomologi dan Fitopatologi Balittas. Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan kegiatan diskusi dengan para peserta. kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah kaca, untuk melihat secara langsung tanaman yang terserang penyakit.

Pamekasan – Babinsa Desa Kertagena Tengah Pos Koramil 0826/12 Kadur Serda Syarifudin melaksanakan pendampingan penerimaan bantuan benih padi jenis HIBRIDA IR 64 tahun 2017 dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan kepada Gapoktan Harum Sari dirumah Bapak Suja’ie Ketua Gapoktan di Dusun Ba’batoh Barat Desa Kertagena Tengah Kecamatan Kadur. Sabtu ( 7/10/17 )

Adapun penerima bantuan benih padi sebanyak 1250 kg yang dibagikan kepada 5 kelompok tani meliputi ; Poktan Subur Desa Kadur : 250 Kg/10 Ha, Poktan mandiri Desa Bungbaruh : 250 Kg/10 Ha, Poktan Barokah Desa Kertagena Tengah : 250 Kg/10 Ha, Poktan Usaha Jaya Desa Bangkes :250 Kg/10 Ha dan Poktan Kertasari Desa Kertagena Laok : 250 Kg/10 Ha.

Hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan, Babinsa Kertagena Tengah Serda Syarifudin, Mantri Tani Bapak Supandri dan Ibu Sundari penyuluh pertanian beserta 3 orang anggota. Serda Syarifudin mengungkapkan bahwa penyaluran bibit padi dari pemerintah tersebut sebagai tindak lanjut perwujudan ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah sebagai langkah untuk percepatan menuju swasembada pangan.

“Untuk menjamin keberhasilan program tersebut, lanjut Serda Syarifudin, Kodim dan jajaran Koramil akan melakukan pengawalan, pengawasan dan pendampingan terhadap para petani sehingga program pertanian yang telah dicanangkan benar-benar berhasil,” terang Serda Syarifudin.

Sumber : Media Madura

Silahkan di klik : 

Di era pemerintahan Jokowi-JK, kedaulatan dan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus pemerintah. Para menteri yang mendukung di bidang pangan dan bersinggungan langsung harus mampu menerjemahkan dalam kebijakan pro rakyat. Apa yang dibutuhkan masyarakat, itulah yang menjadi program pemerintah. Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pertanian membuat terobosan mekanisasi pertanian yang merupakan hasil karya dari bangsa sendiri. 

Di tahun 2016 terjadi peningkatan alsintan sebanyak 2.000% dibanding tahun 2014 atau terbesar sepanjang sejarah. Kali ini pemerintah melalui Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kementerian BUMN dan Pemerintah Daerah melaunching Kartu Tani untuk wilayah Jawa Timur di Kabupaten Sumenep. Sebenarnya, apa kegunaan Kartu Tani ini?  Kartu Tani merupakan sarana akses layanan perbankan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi (e-wallet). Keunggulan dari Kartu Tani ini antara lain single entry data, proses validasi berjenjang secara online, transparan, multifungsi. 

Ketersediaan data yang lengkap dan akurat dalam Kartu Tani digunakan untuk yang pertama sebagai dasar penyusunan kebijakan bagi Kementerian Pertanian. Kedua, tranparansi penyaluran dana subsidi melalui sistem perbankan bagi Kementerian Keuangan. Ketiga, data kebutuhan pupuk secara akurat sampai tingkat pengecer bagi Pupuk Indonesia. Keempat, bagi Bulog dapat memproyeksikan potensi panen di suatu daerah melalui data pupuk subsidi yang disalurkan, sehingga dapat segera menyerap hasil panennya, menerima dana secara utuh dan membeli pupuk subsidi sesuai kuota yang diberikan bagi petani. Sedangkan keunggulan kelima, bagi dinas pertanian dapat mengetahui produktifitas lahan suatu daerah. Kartu Tani diharapkan menjadi era baru untuk mensejahterakan petani Indonesia.

Himpunan Bank-Bank Negara (HIMBARA) yang terdiri dari Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, dan Bank Negara Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam pembuatan Kartu Tani. Sejauh ini, setiap bank diberi tanggang jawab satu provinsi. BNI untuk Provinsi Jawa Timur.