Tembakau madura merupakan salah satu tembakau lokal semi aromatis yang dikembangkan di Pulau Madura. Tembakau ini pertama kali masuk ke Pulau Madura pada tahun 1830 oleh BAT dan Faroka. Variasi fenotipe tembakau madura yang berkembang saat ini merupakan hasil persilangan antar tanaman atau populasi (intercrossing), seleksi alam dan proses adaptasi.

Ternyata sejak tahun 1830 tembakau ditanam oleh penduduk pulau Madura dan Jenis tembakau yang dibudidayakan petani di Madura tentunya sudah beradaptasi lama dengan kondisi lingkungan tumbuhnya, sehingga mempunyai karakteristik yang khas. Namun demikian sejarah tentang penanaman tembakau di Madura belum pernah diteliti, sehingga informasi yang tersedia belum terdokumentasi dengan baik.

Kondisi lingkungan tumbuh yang umumnya berupa lahan kering beriklim kering, ternyata sangat sesuai untuk berkembangnya tembakau, karena tanaman ini lebih tahan terhadap kondisi kering daripada kondisi basah. Selain itu kondisi lingkungan tumbuh yang didominasi lahan tegal menghasilkan tembakau yang mempunyai ciri aroma khas. Kekhasan aroma tembakau yang gurih, menjadikan tembakau madura disukai oleh industri rokok keretek. Hampir semua industri rokok keretek besar mempunyai gudang pembelian di Madura, sehingga petani tidak bingung menjual hasil panennya. Dengan demikian pertembakauan di Pulau Madura mempunyai peranan penting bagi perekonomian petani, daerah dan industri rokok keretek.

Berikut ini kita sampaikan MORFOLOGI TEMBAKAU MADURA

HABITUS
Pada fase awal berbunga habitus tembakau madura berbentuk kerucut, sedangkan pada fase generatif (setelah topping) berubah, lebih kebentuk silindris.

AKAR
Tanaman tembakau memiliki akar tunggang. Jika tanaman tumbuh bebas pada tanah yang subur, pertumbuhan akar dapat mencapai panjang 40-50 cm. Selain akar tunggang terdapat bulu-bulu akar dan akar serabut. Akar tanaman tembakau kurang tahan terhadap air yang berlebihan karena dapat meng-ganggu pertumbuhan akar bahkan tanaman dapat mati.

BATANG
Batang tanaman tembakau madura sama dengan tembakau pada umumnya, yaitu berbentuk agak bulat, batangnya agak lunak tetapi kuat, dan makin ke ujung semakin kecil. Pertumbuhannya tegak, berwarna hijau muda dan berbulu. Tinggi tanaman antara 58–105 cm dengan internodia rapat. Ruas-ruas batang mengalami penebalan dan menjadi tempat tumbuhnya daun.

DAUN
Daun tembakau tergolong daun tunggal, berbentuk oval sampai bulat telur, tergantung pada varietasnya. Daun tembakau sebagai bahan baku susur berbentuk jantung, sedangkan daun yang digunakan untuk produksi rokok berbentuk oval. Varietas Prancak 95 memiliki bentuk daun oval dan varietas Cangkring 95 berbentuk oval menyempit. Warna daun umumnya hijau kekuningan. Bertangkai (untuk tembakau susur) atau duduk (untuk tembakau rajangan) pada batang dengan sudut berkisar antara 41°–60°, tersusun secara spiral.

BUNGA
Bunga tanaman tembakau merupakan bunga majemuk yang tersusun dalam beberapa tandan berbentuk piramid, masing-masing tandan berisi sampai 15 bunga, yang terletak di ujung tanaman. Berdasarkan cara pembungaannya, merupakan tanaman yang menyerbuk sendiri (self pollination), tetapi sekitar 4–10% menyerbuk silang (cross pollination).

BUAH (KAPSUL) & BIJI

Buah tembakau berbentuk bulat lonjong dengan panjang antara 1,5– 2 cm. Saat masih muda, buah berwarna hijau dan saat masak berubah coklat (Ochse et al. 1961), di dalamnya banyak berisi biji yang bobotnya sangat ringan.

 

PEMUPUKAN TANAMAN TEMBAKAU

Ketersediaan hara merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap produksi dan mutu tembakau. Nah, selain dari tanah, sumber hara ini juga dapat disediakan melalui pemupukan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemupukan tembakau, yaitu pupuk harus sesuai dengan kebutuhan tanaman dan tidak mengandung klor (Cl) dalam jumlah besar, karena bila klor yang terdapat dalam daun lebih dari 1% maka dapat menurunkan daya bakar.

Pemupukan tembakau memang sedikit rumit karena kekurangan unsur hara dapat menghambat pertumbuhan tembakau, dan sebaliknya bila kelebihan dapat mengakibatkan kemasakan yang dipercepat “prematur” sehingga produksi dan mutu tembakau tidak optimal.

Sebelum membahas masalah pemupukan, mari berkenalan dengan beberapa unsur hara esensial bagi tanaman tembakau yuk. Unsur hara tersebut adalah :

Nitrogen (N)

N merupakan penyusun nikotin, jenis alkaloid yang menyebabkan tembakau mempunyai ciri rasa khas yang dinikmati oleh para perokok.

Fosfor (P) 

P berperan penting pada fase pertumbuhan tanaman dan pemasakan daun tembakau. Tapi hati-hati, pemberian P berlebihan akan menyebabkan daun prematur.

Kalium (K) 

K berpengaruh terhadap hampir semua proses fisiologis tanaman dari pertumbuhan sampai produksi. Pemupukan K dapat meningkatkan atau memperbaiki warna, tekstur, daya bakar, dan sifat higroskopis tembakau. Selain dipengaruhi oleh ketersediaan hara, serapan hara pada masing-masing varietas berbeda-beda. Ini adalah beberapa dosis pupuk yang optimal untuk beberapa varietas yang ada di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. :

  1. Varietas Prancak S1 Agribun dan Prancak T1 Agribun: N + 36 P2O5 + 75 kg K2O + 5 ton pupuk kandang/ha
  2. Varietas Prancak-95: 60 kg N + 45 kg P2O5 + 102 kg K2O + 5 ton pupuk kandang/ha
  3. Varietas Prancak N-1: 40 kg N + 36 kg P2O5 + 60,5 kg K2O + 5 ton pupuk kandang/ha

Sedangkan waktu pemberian pupuk N dan K dapat diberikan dengan 2 kali pemberian yaitu:

  1. Pupuk N dan K 1/3 dosis diberikan pada umur 7–10 hari, ditugal pada jarak 10–15 cm disekeliling batang, kemudian ditutup tanah. 
  2. Pupuk N dan K 2/3 dosis diberikan pada umur 21–25 hari, ditugal pada jarak 20-25 cm disekeliling batang, kemudian ditutup tanah. 
  3. SP-36, kiserit diberikan sebelum tanam pada lubang tanam. 
  4. Penggunaan pupuk organik dapat dilakukan pada saat pengolahan, atau sebelum tanam dengan syarat pupuk harus sudah benar-benar masak dan dosis menyesuaikan dengan kesuburan lahannya.

TAHAPAN PANEN TEMBAKAU

Panen tembakau dilakukan pada saat tepat masak secara fisiologis. Hal ini bisa dilihat dari ciri-ciri tembakau yang warnanya hijau berubah menjadi hijau kekuningan dan gagangnya mudah dipatahkan pada saat dipetik. Waktu yang tepat untuk proses pemanenan adalah pada saat pagi hari setelah embun menguap atau sekitar jam 8 pagi. Proses pemeraman dibutuhkan kadar air cukup agar proses kimia dapat berlangsung, tetapi kelebihan kadar air juga dapat mengakibatkan tanaman busuk saat diperam. Sebaiknya pada saat panen jangan memanen daun muda karena klorofilnya masih stabil, sehingga menghasilkan warna hijau mati. Perlu #SobaTani ketahui, bahwa dalam asap rokok, klorofil dapat menyebabkan bau langu/getir. Setelah dipanen, dilakukan sortasi daun dengan mengelompokkan daun yang telah dipanen sesuai dengan ukuran dan tingkat kemasakan daun dan dilanjutkan dengan pemeraman. Pemeraman biasanya berlangsung 2-3 hari, dan jika warna daun telah berubah menjadi kuning rata dilanjutkan dengan perajangan dan pengeringan.

Tembakau dapat dipanen dengan memetik daun secara serentak dari daun bawah sampai atas. Pada tembakau dataran tinggi, 4-8 daun bawah dipanen sebagai tembakau krosok, dan 8-12 lembar daun atas sebagai tembakau rajangan. Sedang pada tembakau dataran rendah, 6-8 lembar daun bawah digunakan sebagai tembakau krosok, dan 12 lembar daun atas digunakan sebagai tembakau rajangan.

Sebagai tambahan, setiap jenis tembakau memiliki karakter tertentu yang menjadi penciri jenis tembakau tersebut. Nah untuk tembakau madura yang merupakan salah satu jenis tembakau semi aromatis, dengan aroma yang harum. Tembakau madura digunakan sebagai bahan baku rokok keretek, dan kebutuhannya meningkat seiring dengan semakin meningkatnya selera konsumen kearah rokok yang lebih ringan, karena kadar nikotin tembakau madura umumnya tergolong rendah. Upaya pemenuhan kebutuhan tembakau di capai melalui usaha-usaha untuk meningkatkan produksi dan mutu tembakau. Diharapkan dengan penerapan teknologi budi daya yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan mutu tembakau.

Download Sejarah dan Peranan Tembakau  Madura : Balittas  Karangploso, Malang, Jawa Timur

Bantuan alat UV Dryer yang diberikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura disambut dengan antusias oleh Bupati, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan serta terlebih lagi untuk para Petani di Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura. "Setelah bangunannya jadi, kami akan segera memanfaatkannya untuk panen padi kami. Anggota sudah tidak sabar mau nyoba,” ungkap Ketua Poktan Sumber Urip, Kusdiadi (36) yang mengaku ingin segera mencoba dan membuktikan alat tersebut.

Sambutan warga Pakong yang begitu antusias terhadap bantuan alat tersebut membuat Kusdiadi kembali meminta adanya tambahan bantuan UV Dryer untuk wilayahnya. "Jika memungkinkan, mohon ditambahkan UV Dryernya. Disini produksi padi, jagung cukup melimpah dan perlu pengeringan yang cepat dan murah, “ pintanya. Pakong yang merupakan salah satu sentra padi dan jagung memiliki potensi tanam padi seluas 2.198 hektar dan 315 hektar untuk jagung. Teknik pengeringan yang umumnya manual menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar dan kerap kali merugikan petani. Bangunan yang berfungsi sebagai pengering tersebut saat ini berdiri di tanah milik desa serta mengandalkan sinar ultra violet.

Ir. Nolo Garjito, selaku Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan yang turut mendampingi ke lokasi mengingatkan petani untuk menjaga alat tersebut dan memanfaatkannya dengan baik.    “ Manajemennya silahkan diatur kelompok. Alat ini multifungsi, bisa untuk tanaman horti juga (bawang merah-red)" ungkapnya.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Moh Ismail Wahab, M.Si selaku PJ Kabupaten Pamekasan untuk Program Percepatan Pertanian di Madura saat memantau langsung proses pembangunan UV Dryer di Desa Bajang, Kecamatan Pakong mengungkapkan bahwa alat tersebut sangat bagus dan berguna untuk mempercepat pengeringan jagung, padi, bawang merah bahkan tembakau. “Misal jagung, panennya dimasukin ke sini (uv dryer-red) selama 2 hari, keluar nanti sudah kering. Kadar air paling 14% dan bisa langsung jadi pakan ternak, “ ujar Ismail.

Kunjungan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman beberapa waktu lalu (Februari 2019) ke Madura menyisakan 3 fokus utama di Madura yaitu air, produktivitas dan SDM. Program dengan tagline "Madura Bersatu, Maju Bersama" dilakukan simultan di 4 Kabupaten mulai dari ujung Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep dengan nilai total anggaran mencapai 135 Milyar.

Alokasi bantuan untuk Pamekasan yaitu benih jagung seluas 1.120 hektar, padi 1.530 hektar, alat dan mesin pertanian berupa handsprayer, pompa air, dan kultivator serta benih bawang merah dan buah-buahan telah didistribusikan sebagai upaya percepatan tanam selama musim hujan di bulan Maret-April ini. "Bantuan lainnya seperti kawasan bawang merah 100 hektar masih proses. Kita genjot pertanian Pamekasan melalui Upaya Khusus ini,” tutup Ismail. (Sumber : BPTP Jawa Timur).

 

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada pembangunan sektor pertanian di Pulau Madura, Jawa Timur. Di Kabupaten Pamekasan, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan APBN 2019 sebesar Rp. 42 Miliar lebih untuk percepatan program pertanian.

Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi saat menerima kunjungan kerja Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Moh Ismail Wahab, M.Si selaku PJ Kabupaten Pamekasan untuk Program Percepatan Pertanian di Madura beserta rombongan Selasa 5 Maret lalu, terus mengapresiasi perhatian Pemerintah pusat kepada Pamekasan.

"Kita dibantu kawasan (jagung, padi, horti), alsintan, unggas, bahkan ada pemberdayaan petani juga. Paket lengkap," ujar Baddrut Tamam. Selain itu, menurutnya kabupaten yang dipimpinnya juga akan menerima mini eskavator untuk membangun embung, dan yang terpenting dryer UV untuk pengeringan jagung, padi, dan bawang merah. Dengan bantuan ini ia menjanjikan kerjasama dengan petani dan akan membangun pabrik pakan ternak di Pamekasan. Badrutamam menyampaikan mimpinya untuk membuat kawasan ekonomi terpadu di Pamekasan.

"Pertanian, kelautan dan peternakan punya share 36% terhadap PAD. Saya akan fokus ke bidang tersebut sesuai janji saya. Kita sekarang sudah ada pasar lelang. Ke depan saya berencana buat cafe sawah di tiap desa," katanya.

Baddrut Tamam optimistis karena Pamekasan memiliki semua sumberdaya untuk dimaksimalkan. "Kendala terbesar kita hanya air, tolong dibantu, saya siapkan anggarannya," ucapnya bersemangat.

 Sektor Pertanian Pamekasan Berkembang Pesat

 Pembangunan sektor pertanian di Pulau Madura, Jawa Timur dalam 5 tahun belakangan ini memang terus menguat. Fokus Pemerintah untuk menjadikan pulau yang dihubungkan dengan jembatan Suramadu ini sebagai sentra jagung dan padi, telah berhasil membawa Madura sebagai salah satu wilayah penyangga jagung pakan ternak nasional.

Begitupun dengan komoditas hortikultura strategis seperti bawang merah dan cabai rawit yang terus bertambah luasnya, terutama di Pamekasan dan Sumenep. Pertanaman off season bawang merah yang terus berproduksi selama musim hujan, diakui sebagai penyelamat pasokan nasional. Petani kerap mendapat harga baik di musim ini.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat data Luas Panen jagung naik 0,1%, padi 10% pada periode 2016-2017. Di tahun 2018 luas bawang merah naik 10,5% dan cabe rawit naik 17%. Luas panen jagung terus naik dari sebelumnya 296 ribu ha menjadi 300 ribu ha. Begitupun bawang merah dari 2.414 ha ke 2.667 ha.

Dirjen Sayuran dan Tanaman Obat, Dr. Ir. Moh Ismail Wahab, M.Si menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras bupati dan jajarannya sehingga meraih capaian yang membanggakan ini. "Merubah mindset petani sini untuk beralih kebiasaan tanam jagung lokal ke hibrida itu sudah luar biasa. Di sini malah tinggal 10-20% saja yang masih lokal. Hebat bupatinya," terangnya.

Ismail menambahkan, Madura mendapat sinar matahari yang panjang sehingga bentuk, warna dan rasa hasil pertanian lebih maksimal. "Contoh, warna bawang jadi lebih merah, rasa mangga lebih manis, beda dan khas. Saya dukung penuh rencana Bupati untuk buat pabrik pakan. Sebagian besar masalah bisa selesai. Jika ada usulan tambahan alsintan seperti pompa, silahkan ajukan ke kami," imbuhnya yakin.

Kepala BPTP Jawa Timur, Dr. Ir. Chendy Tafakresnanto, MP  yang juga hadir bersama Ismail dalam pertemuan dengan Bupati Pamekasan menambahkan, bahwa pihaknya dapat membantu identifikasi sumber-sumber air dalam di Pamekasan.  "Silakan bersurat ke Pak Sekjen Kementan, intinya kami siap bantu," tawar Chendy.

Pemerintah fokus menyelesaikan tiga masalah utama pertanian di Madura. Yaitu air, produktivitas dan SDM dengan total anggaran pertanian mencapai Rp135 miliar.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementan, Ir. Syukur Iwantoro, M.S., M.B.A mengungkapkan rencana percepatan program pertanian dengan _tagline_ Madura Bersatu, Maju Bersama. Sebagian besar bantuan akan dipercepat sebelum musim hujan berakhir.

Senada dengan Syukur, Direktur Jenderal Hortikultura, DR. IR. Suwandi, M.SC turut menyampaikan dukungannya.

"Kami sudah alokasikan bantuan benih bawang merah, alpukat, jeruk ke Pamekasan, kawasan ke Sumenep dan Sarana Pascapanen ke Sumenep dan Sampang," ujarnya.

Dengan begitu banyak dukungan, Suwandi berharap program ini berjalan dengan baik dan mennyejahterakan petani Madura. (Sumber : https://news.okezone.com, Dirjen Hortikultura)

           
            Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan bekerja sama dengan  Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang Jawa Timur melakukan Bimbingan Teknis Budidaya Jagung, Pengelolaan Hasil Bawang Merah, dan Cabai di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sumedangan DISTANPHP Kabupaten Pamekasan.

            Bimteks diikuti oleh puluhan peserta dari beberapa perwakilan Kelompok Tani (Poktan). Tujuan Bimteks ini untuk meningkatkan kompetensi dan pendampingan para petani dalam pengelolaan dan bibit pertanian sedangkan target Bimteks ini adalah untuk menggerakkan masyarakat petani di Madura secara serentak agar bisa bersatu dan  maju bersama. Oleh karenanya program ini serentak dilaksanakan di 4 (empat) kabupaten yang ada di Madura. Acara Bimteks dibuka langsung oleh Kepala  BBPP Ketindan Jatim DR. Drh. KRESNO SUHARTO, MP, didampingi oleh Plt. Kepala Distanphp Kabupaten Pamekasan Dra. Lisa Widyawati, M.Si.

Pada Hari Jumat tanggal 01 Maret 2019 bertempat di BPP Desa Sumedangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Penyuluh Pertanian DISTANPHP yang diwakili oleh Bapak Syaiful Hidayat, A.Md beserta Komunitas Sanren menerima santri RA Nurul Hikmah Pamekasan dalam Kunjungan Realisasi Program Pembelajaran di luar kelas (alam sekitar) dengan tema “"PENGENALAN DINI  DUNIA PERTANIAN PADA ANAK TK (NURUL HIKMAH PAMEKASAN) DI DINAS TANAMAN PANGAN,HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN ". Kegiatan ini di ikuti oleh santri/santriwati Kelas A sejumlah 119 anak dan Kelas B sejumlah 156 anak.