Copyright 2019 - Custom text here
  • HUT RI

  • PRISMA

  • MENTAN

  • PANCASILA

  • IDHUL ADHA

           
            Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan bekerja sama dengan  Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang Jawa Timur melakukan Bimbingan Teknis Budidaya Jagung, Pengelolaan Hasil Bawang Merah, dan Cabai di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sumedangan DISTANPHP Kabupaten Pamekasan.

            Bimteks diikuti oleh puluhan peserta dari beberapa perwakilan Kelompok Tani (Poktan). Tujuan Bimteks ini untuk meningkatkan kompetensi dan pendampingan para petani dalam pengelolaan dan bibit pertanian sedangkan target Bimteks ini adalah untuk menggerakkan masyarakat petani di Madura secara serentak agar bisa bersatu dan  maju bersama. Oleh karenanya program ini serentak dilaksanakan di 4 (empat) kabupaten yang ada di Madura. Acara Bimteks dibuka langsung oleh Kepala  BBPP Ketindan Jatim DR. Drh. KRESNO SUHARTO, MP, didampingi oleh Plt. Kepala Distanphp Kabupaten Pamekasan Dra. Lisa Widyawati, M.Si.

 

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada pembangunan sektor pertanian di Pulau Madura, Jawa Timur. Di Kabupaten Pamekasan, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan APBN 2019 sebesar Rp. 42 Miliar lebih untuk percepatan program pertanian.

Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi saat menerima kunjungan kerja Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Moh Ismail Wahab, M.Si selaku PJ Kabupaten Pamekasan untuk Program Percepatan Pertanian di Madura beserta rombongan Selasa 5 Maret lalu, terus mengapresiasi perhatian Pemerintah pusat kepada Pamekasan.

"Kita dibantu kawasan (jagung, padi, horti), alsintan, unggas, bahkan ada pemberdayaan petani juga. Paket lengkap," ujar Baddrut Tamam. Selain itu, menurutnya kabupaten yang dipimpinnya juga akan menerima mini eskavator untuk membangun embung, dan yang terpenting dryer UV untuk pengeringan jagung, padi, dan bawang merah. Dengan bantuan ini ia menjanjikan kerjasama dengan petani dan akan membangun pabrik pakan ternak di Pamekasan. Badrutamam menyampaikan mimpinya untuk membuat kawasan ekonomi terpadu di Pamekasan.

"Pertanian, kelautan dan peternakan punya share 36% terhadap PAD. Saya akan fokus ke bidang tersebut sesuai janji saya. Kita sekarang sudah ada pasar lelang. Ke depan saya berencana buat cafe sawah di tiap desa," katanya.

Baddrut Tamam optimistis karena Pamekasan memiliki semua sumberdaya untuk dimaksimalkan. "Kendala terbesar kita hanya air, tolong dibantu, saya siapkan anggarannya," ucapnya bersemangat.

 Sektor Pertanian Pamekasan Berkembang Pesat

 Pembangunan sektor pertanian di Pulau Madura, Jawa Timur dalam 5 tahun belakangan ini memang terus menguat. Fokus Pemerintah untuk menjadikan pulau yang dihubungkan dengan jembatan Suramadu ini sebagai sentra jagung dan padi, telah berhasil membawa Madura sebagai salah satu wilayah penyangga jagung pakan ternak nasional.

Begitupun dengan komoditas hortikultura strategis seperti bawang merah dan cabai rawit yang terus bertambah luasnya, terutama di Pamekasan dan Sumenep. Pertanaman off season bawang merah yang terus berproduksi selama musim hujan, diakui sebagai penyelamat pasokan nasional. Petani kerap mendapat harga baik di musim ini.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat data Luas Panen jagung naik 0,1%, padi 10% pada periode 2016-2017. Di tahun 2018 luas bawang merah naik 10,5% dan cabe rawit naik 17%. Luas panen jagung terus naik dari sebelumnya 296 ribu ha menjadi 300 ribu ha. Begitupun bawang merah dari 2.414 ha ke 2.667 ha.

Dirjen Sayuran dan Tanaman Obat, Dr. Ir. Moh Ismail Wahab, M.Si menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras bupati dan jajarannya sehingga meraih capaian yang membanggakan ini. "Merubah mindset petani sini untuk beralih kebiasaan tanam jagung lokal ke hibrida itu sudah luar biasa. Di sini malah tinggal 10-20% saja yang masih lokal. Hebat bupatinya," terangnya.

Ismail menambahkan, Madura mendapat sinar matahari yang panjang sehingga bentuk, warna dan rasa hasil pertanian lebih maksimal. "Contoh, warna bawang jadi lebih merah, rasa mangga lebih manis, beda dan khas. Saya dukung penuh rencana Bupati untuk buat pabrik pakan. Sebagian besar masalah bisa selesai. Jika ada usulan tambahan alsintan seperti pompa, silahkan ajukan ke kami," imbuhnya yakin.

Kepala BPTP Jawa Timur, Dr. Ir. Chendy Tafakresnanto, MP  yang juga hadir bersama Ismail dalam pertemuan dengan Bupati Pamekasan menambahkan, bahwa pihaknya dapat membantu identifikasi sumber-sumber air dalam di Pamekasan.  "Silakan bersurat ke Pak Sekjen Kementan, intinya kami siap bantu," tawar Chendy.

Pemerintah fokus menyelesaikan tiga masalah utama pertanian di Madura. Yaitu air, produktivitas dan SDM dengan total anggaran pertanian mencapai Rp135 miliar.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementan, Ir. Syukur Iwantoro, M.S., M.B.A mengungkapkan rencana percepatan program pertanian dengan _tagline_ Madura Bersatu, Maju Bersama. Sebagian besar bantuan akan dipercepat sebelum musim hujan berakhir.

Senada dengan Syukur, Direktur Jenderal Hortikultura, DR. IR. Suwandi, M.SC turut menyampaikan dukungannya.

"Kami sudah alokasikan bantuan benih bawang merah, alpukat, jeruk ke Pamekasan, kawasan ke Sumenep dan Sarana Pascapanen ke Sumenep dan Sampang," ujarnya.

Dengan begitu banyak dukungan, Suwandi berharap program ini berjalan dengan baik dan mennyejahterakan petani Madura. (Sumber : https://news.okezone.com, Dirjen Hortikultura)

Pada Hari Jumat tanggal 01 Maret 2019 bertempat di BPP Desa Sumedangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Penyuluh Pertanian DISTANPHP yang diwakili oleh Bapak Syaiful Hidayat, A.Md beserta Komunitas Sanren menerima santri RA Nurul Hikmah Pamekasan dalam Kunjungan Realisasi Program Pembelajaran di luar kelas (alam sekitar) dengan tema “"PENGENALAN DINI  DUNIA PERTANIAN PADA ANAK TK (NURUL HIKMAH PAMEKASAN) DI DINAS TANAMAN PANGAN,HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN ". Kegiatan ini di ikuti oleh santri/santriwati Kelas A sejumlah 119 anak dan Kelas B sejumlah 156 anak.

Kunjungan Kerja Mentri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. pada hari ini Selasa 19 Februari 2019 di Desa Kaduara Barat Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan. Tujuan kunjungan ini dalam rangka menghadiri Acara Temu Tani Milineal dan Kontes Ternak Sapi Madura.

Acara ini juga dihadiri Oleh Bupati Bangkalan Latif Imron, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam serta Wakil Bupati Pamekasan, H. Raja’e dan juga Anggota komisi IV DPR-RI, Yus Sudarso, Perwakilan Disperta Propinsi Jawa Timur, Perwakilan Disnak Propinsi Jawa Timur, Kadisperta se Madura, Perwakilan petugas penyuluh pertanian dan Peternakan se Madura serta perwakilan Kelompok tani / ternak.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan dari Kementerian Pertanian senilai Rp 10 Miliar untuk para petani di Pulau Madura. Bantuan yang diberikan kepada petani sebesar Rp 10.159.295.00, meliputi Ditjen PKH bantuan berupa kambing 300 ekor Rp. 397,500,000, dan sapi Madura (hadiah kontes) 6 ekor Rp. 84.000.000. Ditjen PSP berupa traktor roda dua 10 unit Rp. 280.000.000, cultivator 10 unit Rp. 180.000.000, dan pompa air 10 unit Rp.250.000.000.

BPPSDMP Santri Milenial 20 Kub Rp. 523.000.000. Badan Ketahanan Pangan, berupa KRPL 65 Rp. 2.340.000.000, Opal 27 lumbung Rp. 1.620.000.000 Balitkabi berupa benih kacang hijau Var. Vima 300 kg, dan benih kacang tanah Var. Bison 300 kg.

Kemudian, Ditjen Tanaman Pangan berupa benih padi dan jagung. Benih padi di Bangkalan 1800 Ha, Pamekasan 530 Ha, Sampang 10 Ha, dan Sumenep 330 Ha. Total Padi Rp. 580.895.000.

Sementara benih jagung di Bangkalan 1500 Ha, Pamekasan 405 Ha, Sampang 10 Ha, dan Sumenep 4000 Ha. Total benih jagung Rp. 3.903.900.000 Ditjen perkebunan benih kelapa kopyor, di Pamekasan 300 batang, Bangkalan 300 batang Sumenep 400 batang dengan total bantuan 1.000 batang Rp. 44.500.000.

Ditjen Hortikultura berupa benih bawang merah 640 kg, benih cabai merah sachet 552 kg, bibit durian var. Otong 2.500 batang, bibit alpukat kendil 1.000 batang, bibit alpukat var. Hijau panjang 1.500 batang. Dan sarana pasca panen 2 unit serta bangsal pasca panen 2 unit.

Anggota komisi IV DPR-RI, Yus Sudarso, yang ikut hadir dalam acara ini, mengapresiasi hasil kinerja Kementan, kedepan beliau berharap agar petani Madura bisa ekspor. Menurutnya ada 5 hal yang dibutuhkan petani Madura untuk bisa meningkatkan produksi. Tersedianya sarana pengairan, alsintan modern, bibit unggul, bimbingan teknologi dan jaminan harga.

Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam mewakili Bupati se Madura dalam sambutanya menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan pemerintah pusat. Menurutnya, hal ini bisa memakmurkan petani di Bumi Gerbang Salam dan Pulau Madura pada umumnya.