Copyright 2019 - Custom text here
  • HUT RI

  • PRISMA

  • MENTAN

  • PANCASILA

  • IDHUL ADHA

  • #PapuaDamai

 

PETANI PAMEKASAN MULAI TINGGALKAN TANAMAN TEBU

Pamekasan, (Media Madura) – Program tanam tebu sempat menarik perhatian petani untuk melakukan penanaman. Namun setelah 4 tahun berjalan, program tersebut mulai ditinggalkan. Program taham tebu dimulai sejak tahun 2014 dengan lahan tanam tebu seluas 300 hektare. Pada 2017 luas lahan tenaman tebu berkurang drastis, menjadi 103 hektare, yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Petani tebu di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur sudah mulai meninggalkan tanaman tebu. Pasalnya kata salah satu petani di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Abd Wahed, tanaman tersebut selain panennya lama juga rentan dijadikan sarang hama seperti tikus, garangan, ular dan semacamnya. “Sudah agak lama kami tidak meneruskan tanaman tebu, gak ada hasilnya juga,” katanya, Kamis (5/10/2018).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan kabupaten Pamekasan, Ir. Isye Windarti mengatakan, petani mulai meninggalkannya bukan karena tidak ada hasilnya, melainkan tanaman tersebut menyeleksi lahan. “Setelah program tanaman tebu berjalan, akhirnya dengan sendiri terseleksi lahan yang cocok untuk tanaman bahan baku gula itu,” katanya. Dengan begitu, berkurangnya luas tanamanan tebu karena minimnya lokasi perkebunan yang strategis dan harus bisa diakses oleh kendaraan roda empat, jika lokasinya strategis maka biaya panen lebih murah dan bisa untung banyak. “Kalau lahannya ada di dekat jalan raya maka hasilnya saya yakin banyak, karena biaya panennya sedikit,” terangnya.

Demikian juga sebagaimana dikutip dari portalmadura.com  Rencana pembangunan pabrik tebu di Wilayah Madura, rupanya sulit terwujud. Pasalnya, tanaman tebu saat ini terus berkurang dan tidak memenuhi target minimal pembangunan pabrik.


Ir. Isye Windarti, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan mengatakan, menipisnya jumlah tebu di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan lantaran akses transportasi sulit terjangkau ke lahan tebu milik petani.

Pembangunan pabrik tebu yang semula digadang-gadang akan dibangun di Wilayah Pantura Pamekasan rupanya sebatas Pemberi Harapan Palsu (PHP) belaka kepada petani, buktinya sampai sekarang tidak ada tanda-tanda pembangunan oleh PTPN X sebagai perusahaan yang mengurusi persoalan tebu. (diolah dari berbagai sumber)

 

PENILAIAN LOMBA AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN KOMODITAS KEDELAI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2017

Pada Hari Jum'at Tanggal 25 Agustus 2017 bertempat di Sekretariat Kelompok TANI SUKAMAJU Dusun Kembang II Desa Palengaan Daya Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan Ir. Isye Windarti beserta Rombongan Terkait, menyambut kedatangan Tim Penilai dari Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk melaksanakan penilaian terhadap Kelompok Tani Sukamaju yang mewakili Propinsi Jawa Timur dalam Lomba Agribisnis Tahun 2017.

LOMBA PADUAN SUARA DAN LOMBA NYANYI PERORANGAN

Dalam rangka memperingati HUT RI ke 72, Dharma Wanita Persatuan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan telah melaksanakan kegiatan lomba Paduan Suara dan Lomba Nyanyi Perorangan pada tanggal 17 Agustus 2017 bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan yang dikuti oleh segenap Karyawan/Karyawati. 

Gambar : PENYERAHAN SK CPNS FORMASI KHUSUS TENAGA PENYULUH PERTANIAN TAHUN 2017 

Pada Hari Rabu tanggal 31 Mei 2017, Bupati Pamekasan yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan Dr. H. Asyhar, MM menyerahkan secara simbolis SK CPNS Formasi Khusus Tenaga Penyuluh Pertanian Tahun 2017 sebanyak 8 orang bertempat di ruang pertemuan Wahana Bina Praja Lantai II Kantor Bupati Pamekasan Jalan Kabupaten No. 107 Pamekasan (@ri_12)