Copyright 2019 - DISTANPHP KAB. PAMEKASAN Email : distanphp@gmail.com
  • Kopri

  • Kunjungan Menteri

  • Hari Santri

  • Adipura

  • Pamekasan 488

 

PANEN RAYA PERDANA KOMODITAS HORTIKULTURA

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Ir. Isye Windarti bersama Dandim 0826, Letnan Kolonel Infantri Nuryanto, melaksanakan Panen Perdana  Komoditas Hortikultura di Desa Laden, Kecamatan Pamekasan. Budidaya Komoditas Hortikulutra tersebut digagas oleh komunitas Paguyuban Sanren (Pamekasan Keren).

Komunitas Sanren dipimpin oleh Syaiful Hidayat mengatakan bahwa : “Komunitas Sanren memanfaatkan lahan tidur untuk membudidayakan hortikultura. Hasilnya memuaskan. Aneka tanaman hortikulutra seperti mentimun, kubis, bawang merah, gambas, labu dan cabe bisa tumbuh di lahan dataran rendah,”

Kegiatan panen raya perdana komoditas hortikultura dilaksanakan pada hari Rabu 24 Mei 2017 itu menunjukkan aneka tanaman hortikulutra bisa tumbuh subur di dataran rendah dengan suhu kering. “Sejatinya, tanaman hortikulutra banyak ditanam petani di dataran tinggi seperti di kawasan Gunung Bromo dan Kota Batu. Tapi setelah dicoba di Pamekasan, ternyata bisa tumbuh berkembang dengan panenan memuaskan,” “Jika komunitas Sanren berhasil memanen komoditas hortikultura dengan memuaskan, saya yakindi lahan lainnya di Pamekasan bisa dikembangkan budidaya hortikultura. Dengan demikian Pamekasan bisa menyediakan kebutuhan pasar hortikultura dari lahan sendiri,” ajak Letnan Kolonel Infantri Nuryanto.

Ajakan Letnan Kolonel Infantri Nuryanto disambut positif oleh ibu Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Ir. Isye Windarti. “Nantinya, keberhasilan komunitas Sanren bisa ditularkan kepada petani di wilayah pedesaan lainnya. Jika dirawat dengan benar, aneka tanaman hortikultura bisa tumbuh dengan baik di lahan Pamekasan. Saya sangat mengapresiasi kegigihan komunitas Sanren dengan tanaman hortikulutranya,”. (dikutip dari Halo Madura)

 

 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sangat yakin betul produksi pangan makin meningkat seiring pengangkatan CPNS Penyuluh Pertanian yang berasal dari Tenaga Harian Lepas TB Penyuluh Pertanian (THL-TBPP).

“Ini adalah semangat baru dan luar biasa. Makanya kami sangat yakin, dengan diangkatnya PPL ini menjadi CPNS Penyuluh Pertanian, pasti produksi lebih meningkat lagi,” kata Amran Sulaiman usai melepas CPNS Penyuluh Pertanian di Jakarta Selatan, Selasa (12/9/2017).

THL-TBPP, terang Amran sangat penting perannya karena diarahkan untuk melaksanakan tugas pendampingan kepada pelaku utama dalam mengembangkan agribisnis dan membantu Penyuluh Pertanian PNS sesuai dengan programa penyuluhan kecamatan dan program penyuluhan pertanian desa.

Oleh karena itu, selain meningkatkan produksi, Mentan Amran berharap CPNS lebih produktif meningkatkan kualitas, mengendalikan hama hingga melihat potensi-potensi air supaya bisa memenuhi kebutuhan air seperti di musim kekeringan saat ini. “Yang jelas bagaimana melakukan yang terbaik untuk petani-petani Indonesia,” ujarnya.

Soal pengawasan kinerja Penyuluh Pertanian di lapangan, menurut Amran, pihaknya terus melakukan pemantauan walaupun jauh dari ibukota Jakarta. “Kita akan pantau melalui online dengan PPL se Indonesia,” paparnya.

Dijelaskan Amran, pengangkatan CPNS PPL yang berasal dari Tenaga Harian Lepas TB Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) ini merupakan ‘pasukan’ yang sangat tangguh di lapangan dan sudah memiliki pengalaman yang panjang. “Dia adalah pasukan terdepan Kementerian Pertanian, dia penentu produksi, dia menentukan bagaimana kondisi lapangan, bagiamana pendampingan dilakukan,” pungkas Amran.

Seperti diketahui, PPL yang diangkat menjadi CPNS tahun ini sekitar 6.000 orang yang berusia 35 tahun. Namun yang ikut dilepas secara simbolik sekitar 300 orang. "Ini peserta 300 orang CPNS Penyuluh Pertanian perwakilan dari 143 kabupaten/kota dan 34 provinsi di seluruh Indonesia," tambah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kementan Momon Rusmono. (@ri_12)

 

 

PETANI PAMEKASAN MULAI TINGGALKAN TANAMAN TEBU

Pamekasan, (Media Madura) – Program tanam tebu sempat menarik perhatian petani untuk melakukan penanaman. Namun setelah 4 tahun berjalan, program tersebut mulai ditinggalkan. Program taham tebu dimulai sejak tahun 2014 dengan lahan tanam tebu seluas 300 hektare. Pada 2017 luas lahan tenaman tebu berkurang drastis, menjadi 103 hektare, yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Petani tebu di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur sudah mulai meninggalkan tanaman tebu. Pasalnya kata salah satu petani di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Abd Wahed, tanaman tersebut selain panennya lama juga rentan dijadikan sarang hama seperti tikus, garangan, ular dan semacamnya. “Sudah agak lama kami tidak meneruskan tanaman tebu, gak ada hasilnya juga,” katanya, Kamis (5/10/2018).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan kabupaten Pamekasan, Ir. Isye Windarti mengatakan, petani mulai meninggalkannya bukan karena tidak ada hasilnya, melainkan tanaman tersebut menyeleksi lahan. “Setelah program tanaman tebu berjalan, akhirnya dengan sendiri terseleksi lahan yang cocok untuk tanaman bahan baku gula itu,” katanya. Dengan begitu, berkurangnya luas tanamanan tebu karena minimnya lokasi perkebunan yang strategis dan harus bisa diakses oleh kendaraan roda empat, jika lokasinya strategis maka biaya panen lebih murah dan bisa untung banyak. “Kalau lahannya ada di dekat jalan raya maka hasilnya saya yakin banyak, karena biaya panennya sedikit,” terangnya.

Demikian juga sebagaimana dikutip dari portalmadura.com  Rencana pembangunan pabrik tebu di Wilayah Madura, rupanya sulit terwujud. Pasalnya, tanaman tebu saat ini terus berkurang dan tidak memenuhi target minimal pembangunan pabrik.


Ir. Isye Windarti, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan mengatakan, menipisnya jumlah tebu di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan lantaran akses transportasi sulit terjangkau ke lahan tebu milik petani.

Pembangunan pabrik tebu yang semula digadang-gadang akan dibangun di Wilayah Pantura Pamekasan rupanya sebatas Pemberi Harapan Palsu (PHP) belaka kepada petani, buktinya sampai sekarang tidak ada tanda-tanda pembangunan oleh PTPN X sebagai perusahaan yang mengurusi persoalan tebu. (diolah dari berbagai sumber)

 

PENILAIAN LOMBA AGRIBISNIS TANAMAN PANGAN KOMODITAS KEDELAI TINGKAT NASIONAL TAHUN 2017

Pada Hari Jum'at Tanggal 25 Agustus 2017 bertempat di Sekretariat Kelompok TANI SUKAMAJU Dusun Kembang II Desa Palengaan Daya Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan Ir. Isye Windarti beserta Rombongan Terkait, menyambut kedatangan Tim Penilai dari Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk melaksanakan penilaian terhadap Kelompok Tani Sukamaju yang mewakili Propinsi Jawa Timur dalam Lomba Agribisnis Tahun 2017.