Copyright 2019 - Custom text here
  • Hari Jadi Pamekasan 489

  • Hari Batik

  • Hari Santri

  • Prisma

  • HUT RI 74

Bantuan alat UV Dryer yang diberikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura disambut dengan antusias oleh Bupati, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan serta terlebih lagi untuk para Petani di Desa Bajang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Madura. "Setelah bangunannya jadi, kami akan segera memanfaatkannya untuk panen padi kami. Anggota sudah tidak sabar mau nyoba,” ungkap Ketua Poktan Sumber Urip, Kusdiadi (36) yang mengaku ingin segera mencoba dan membuktikan alat tersebut.

Sambutan warga Pakong yang begitu antusias terhadap bantuan alat tersebut membuat Kusdiadi kembali meminta adanya tambahan bantuan UV Dryer untuk wilayahnya. "Jika memungkinkan, mohon ditambahkan UV Dryernya. Disini produksi padi, jagung cukup melimpah dan perlu pengeringan yang cepat dan murah, “ pintanya. Pakong yang merupakan salah satu sentra padi dan jagung memiliki potensi tanam padi seluas 2.198 hektar dan 315 hektar untuk jagung. Teknik pengeringan yang umumnya manual menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar dan kerap kali merugikan petani. Bangunan yang berfungsi sebagai pengering tersebut saat ini berdiri di tanah milik desa serta mengandalkan sinar ultra violet.

Ir. Nolo Garjito, selaku Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan yang turut mendampingi ke lokasi mengingatkan petani untuk menjaga alat tersebut dan memanfaatkannya dengan baik.    “ Manajemennya silahkan diatur kelompok. Alat ini multifungsi, bisa untuk tanaman horti juga (bawang merah-red)" ungkapnya.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Moh Ismail Wahab, M.Si selaku PJ Kabupaten Pamekasan untuk Program Percepatan Pertanian di Madura saat memantau langsung proses pembangunan UV Dryer di Desa Bajang, Kecamatan Pakong mengungkapkan bahwa alat tersebut sangat bagus dan berguna untuk mempercepat pengeringan jagung, padi, bawang merah bahkan tembakau. “Misal jagung, panennya dimasukin ke sini (uv dryer-red) selama 2 hari, keluar nanti sudah kering. Kadar air paling 14% dan bisa langsung jadi pakan ternak, “ ujar Ismail.

Kunjungan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman beberapa waktu lalu (Februari 2019) ke Madura menyisakan 3 fokus utama di Madura yaitu air, produktivitas dan SDM. Program dengan tagline "Madura Bersatu, Maju Bersama" dilakukan simultan di 4 Kabupaten mulai dari ujung Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep dengan nilai total anggaran mencapai 135 Milyar.

Alokasi bantuan untuk Pamekasan yaitu benih jagung seluas 1.120 hektar, padi 1.530 hektar, alat dan mesin pertanian berupa handsprayer, pompa air, dan kultivator serta benih bawang merah dan buah-buahan telah didistribusikan sebagai upaya percepatan tanam selama musim hujan di bulan Maret-April ini. "Bantuan lainnya seperti kawasan bawang merah 100 hektar masih proses. Kita genjot pertanian Pamekasan melalui Upaya Khusus ini,” tutup Ismail. (Sumber : BPTP Jawa Timur).

           
            Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan bekerja sama dengan  Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang Jawa Timur melakukan Bimbingan Teknis Budidaya Jagung, Pengelolaan Hasil Bawang Merah, dan Cabai di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sumedangan DISTANPHP Kabupaten Pamekasan.

            Bimteks diikuti oleh puluhan peserta dari beberapa perwakilan Kelompok Tani (Poktan). Tujuan Bimteks ini untuk meningkatkan kompetensi dan pendampingan para petani dalam pengelolaan dan bibit pertanian sedangkan target Bimteks ini adalah untuk menggerakkan masyarakat petani di Madura secara serentak agar bisa bersatu dan  maju bersama. Oleh karenanya program ini serentak dilaksanakan di 4 (empat) kabupaten yang ada di Madura. Acara Bimteks dibuka langsung oleh Kepala  BBPP Ketindan Jatim DR. Drh. KRESNO SUHARTO, MP, didampingi oleh Plt. Kepala Distanphp Kabupaten Pamekasan Dra. Lisa Widyawati, M.Si.

 

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada pembangunan sektor pertanian di Pulau Madura, Jawa Timur. Di Kabupaten Pamekasan, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan APBN 2019 sebesar Rp. 42 Miliar lebih untuk percepatan program pertanian.

Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi saat menerima kunjungan kerja Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Moh Ismail Wahab, M.Si selaku PJ Kabupaten Pamekasan untuk Program Percepatan Pertanian di Madura beserta rombongan Selasa 5 Maret lalu, terus mengapresiasi perhatian Pemerintah pusat kepada Pamekasan.

"Kita dibantu kawasan (jagung, padi, horti), alsintan, unggas, bahkan ada pemberdayaan petani juga. Paket lengkap," ujar Baddrut Tamam. Selain itu, menurutnya kabupaten yang dipimpinnya juga akan menerima mini eskavator untuk membangun embung, dan yang terpenting dryer UV untuk pengeringan jagung, padi, dan bawang merah. Dengan bantuan ini ia menjanjikan kerjasama dengan petani dan akan membangun pabrik pakan ternak di Pamekasan. Badrutamam menyampaikan mimpinya untuk membuat kawasan ekonomi terpadu di Pamekasan.

"Pertanian, kelautan dan peternakan punya share 36% terhadap PAD. Saya akan fokus ke bidang tersebut sesuai janji saya. Kita sekarang sudah ada pasar lelang. Ke depan saya berencana buat cafe sawah di tiap desa," katanya.

Baddrut Tamam optimistis karena Pamekasan memiliki semua sumberdaya untuk dimaksimalkan. "Kendala terbesar kita hanya air, tolong dibantu, saya siapkan anggarannya," ucapnya bersemangat.

 Sektor Pertanian Pamekasan Berkembang Pesat

 Pembangunan sektor pertanian di Pulau Madura, Jawa Timur dalam 5 tahun belakangan ini memang terus menguat. Fokus Pemerintah untuk menjadikan pulau yang dihubungkan dengan jembatan Suramadu ini sebagai sentra jagung dan padi, telah berhasil membawa Madura sebagai salah satu wilayah penyangga jagung pakan ternak nasional.

Begitupun dengan komoditas hortikultura strategis seperti bawang merah dan cabai rawit yang terus bertambah luasnya, terutama di Pamekasan dan Sumenep. Pertanaman off season bawang merah yang terus berproduksi selama musim hujan, diakui sebagai penyelamat pasokan nasional. Petani kerap mendapat harga baik di musim ini.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat data Luas Panen jagung naik 0,1%, padi 10% pada periode 2016-2017. Di tahun 2018 luas bawang merah naik 10,5% dan cabe rawit naik 17%. Luas panen jagung terus naik dari sebelumnya 296 ribu ha menjadi 300 ribu ha. Begitupun bawang merah dari 2.414 ha ke 2.667 ha.

Dirjen Sayuran dan Tanaman Obat, Dr. Ir. Moh Ismail Wahab, M.Si menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras bupati dan jajarannya sehingga meraih capaian yang membanggakan ini. "Merubah mindset petani sini untuk beralih kebiasaan tanam jagung lokal ke hibrida itu sudah luar biasa. Di sini malah tinggal 10-20% saja yang masih lokal. Hebat bupatinya," terangnya.

Ismail menambahkan, Madura mendapat sinar matahari yang panjang sehingga bentuk, warna dan rasa hasil pertanian lebih maksimal. "Contoh, warna bawang jadi lebih merah, rasa mangga lebih manis, beda dan khas. Saya dukung penuh rencana Bupati untuk buat pabrik pakan. Sebagian besar masalah bisa selesai. Jika ada usulan tambahan alsintan seperti pompa, silahkan ajukan ke kami," imbuhnya yakin.

Kepala BPTP Jawa Timur, Dr. Ir. Chendy Tafakresnanto, MP  yang juga hadir bersama Ismail dalam pertemuan dengan Bupati Pamekasan menambahkan, bahwa pihaknya dapat membantu identifikasi sumber-sumber air dalam di Pamekasan.  "Silakan bersurat ke Pak Sekjen Kementan, intinya kami siap bantu," tawar Chendy.

Pemerintah fokus menyelesaikan tiga masalah utama pertanian di Madura. Yaitu air, produktivitas dan SDM dengan total anggaran pertanian mencapai Rp135 miliar.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementan, Ir. Syukur Iwantoro, M.S., M.B.A mengungkapkan rencana percepatan program pertanian dengan _tagline_ Madura Bersatu, Maju Bersama. Sebagian besar bantuan akan dipercepat sebelum musim hujan berakhir.

Senada dengan Syukur, Direktur Jenderal Hortikultura, DR. IR. Suwandi, M.SC turut menyampaikan dukungannya.

"Kami sudah alokasikan bantuan benih bawang merah, alpukat, jeruk ke Pamekasan, kawasan ke Sumenep dan Sarana Pascapanen ke Sumenep dan Sampang," ujarnya.

Dengan begitu banyak dukungan, Suwandi berharap program ini berjalan dengan baik dan mennyejahterakan petani Madura. (Sumber : https://news.okezone.com, Dirjen Hortikultura)

Pada Hari Jumat tanggal 01 Maret 2019 bertempat di BPP Desa Sumedangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, Penyuluh Pertanian DISTANPHP yang diwakili oleh Bapak Syaiful Hidayat, A.Md beserta Komunitas Sanren menerima santri RA Nurul Hikmah Pamekasan dalam Kunjungan Realisasi Program Pembelajaran di luar kelas (alam sekitar) dengan tema “"PENGENALAN DINI  DUNIA PERTANIAN PADA ANAK TK (NURUL HIKMAH PAMEKASAN) DI DINAS TANAMAN PANGAN,HORTIKULTURA DAN PERKEBUNAN ". Kegiatan ini di ikuti oleh santri/santriwati Kelas A sejumlah 119 anak dan Kelas B sejumlah 156 anak.