Copyright 2019 - Custom text here
  • HUT RI

  • PRISMA

  • MENTAN

  • PANCASILA

  • IDHUL ADHA

  • #PapuaDamai

Mari Kita Kabarkan Indonesia Bersatu Papua Damai 

dan lawan semua provokasi dan adu domba.

#PapuaDamai

Berkaitan dengan agenda Program Kerjasama antara PRISMA ( Promoting Rural Income Through Support For Markets in Agriculture) dan  Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Pamekasan dibidang pengairan maka diadakan Presentasi program oleh Prisma yang dilanjutkan kunjungan ke lahan pertanian. Kegiatan ini bertujuan untuk penyusunan rencana program irigasi pompa dan penentuan wilayah kerja di Madura yang akan di mulai pada bulan September 2019.

Akhmad Muzakki, SP selaku Kasi. Produksi Tanaman Pangan menjelaskan dalam kegiatan survey dan kunjungan lahan tersebut dihadiri oleh  3 orang perwakilan dari Prisma yakni Danang Ariawan Principal Bussiness Consultant Irigasi, Riris Rasmidan Senior Bussiness Consultant – Irigasi dan Agus Supriyanto Direktur CV. Rongcuyu dan perwakilan dari kordinator penyuluh pertanian kecamatan yang wilayahnya akan di survey.

 Tujuan diadakan survey :

  1. Menganalisa profil pertanian dan petani serta kendala yang dihadapi dalam budidaya di tiap lokasi lahan produksi kering
  2. Mengindentifikasi profil irigasi di tiap lokasi dan kebutuhan (demand) petani untuk alternatif penyediaan irigasi di musim kemarau
  3. Mengindentifikasi profil penyedia jasa irigasi (suplay) yang sudah ada dan yang berpotensi di tiap lokasi

Hasil dari survey dapat dikatakan 67 % responden petani mengatakan bahwa mereka mengalami kesulitan dalam akses irigasi terutama di musim kemarau  dan juga akibat dampak dari kekurangan air :

  1. Musim tanam padi hanya 1 (satu) kali panen
  2. Banyak lahan tidak ditanami
  3. Penurunan produktivitas panen 20% s/d 70%
  4. Resiko gagal panen yang tinggi.

Diharapkan dengan adanya kerjasama ini dapat terwujudnya penyediaan irigasi sekunder ditingkat petani untuk mendukung program swasembada pangan pemerintah. (Admin 4121)

     

          Pada hari Selasa tanggal 16 juli 2019 bertempat   di peringgitan dalam Pendopo Ronggosukowati Kabupaten Pamekasan Bapak Bupati Pamekasa H. Baddrut Tamam, S.Psi, Sekretarsi Daerah Ir. Totok Hartono, MA dan Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Masrukin, S.Sos., M.Si. menyambut kedatangan Tamu Deputy Head Of Mission,  Konsulat Jenderal Australia Mr. ALLASTER COX beserta Rombongan Kementrian Perdagangan dan Luar Negeri Australia (DFAT) dan AIP Prisma.

        

         Maksud dari acara tersebut adalah dalam rangka kunjungan lapangan terkait program-program kerjasama Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dan Bappenas, secara khusus implementasi model kolaborasi swasta-pemerintah untuk peningkatan pendapatan petani jagung khusus di Kabupaten Pamekasan.

       Bupati Pamekasan menjelaskan bahwa potensi luas tanam jagung di Kabupaten Pamekasan tahun 2016 seluas 40.081 ha dengan rincian 31.263 ha (78% dari total potensi) masih menggunakan benih jagung lokal dengan produktivitas 25,00 kwintal per ha, maka tercapai produksi sebanyak 78.158 ton, sedangkan petani yang menggunakan benih hibrida seluas 8.818 ha dengan produktivitas 65,00 kwintal per ha, maka tercapai produksi sebanyak 57.317 ton. total produksi jagung Kabupaten Pamekasan tahun 2016 sebanyak 135.475 ton.

        Dengan Adanya Kolaborasi antara  Dinas Tanaman Pangan, Hortikulturan dan Perkebunan Kabupaten Pamekasan, bersama Prisma dan PT. DUPONT Tbk, diharapkan bagaimana merubah mindset petani yang awalnya menggunakan benih lokal beralih menggunakan benih hibrida seluas 31.263 ha dengan produktivitas 6,50 ton per ha, maka akan tercapai produksi sebesar 203.045 ton. dengan tetap mempertahankan jagung lokal sebesar 22 % dari total potensi seluas 8.818 ha dengan produksi 22.210 ton, maka total produksi yang diharapkan 225.255 ton. Sehingga ada peningkatan produksi untuk mendukung ketahanan pangan nasional sebanyak 89.780 ton.

       

       Adapun hasil yang dicapai dari kerjasama tersebut petani yang menerima sosialisasi  gap jagung sebanyak 7.020 orang, dan tahun 2019 Kabupaten Pamekasan mendapat alokasi bantuan benih jagung hibrida dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia 75 ton seluas 5.000 hektar, realisasi tanam bulan maret 2019 seluas 1.211 hektar dan rencana tanam bulan oktober 2019 seluas 3.789 hektar.

       

       Akhmad Muzakki, SP selaku Kasi. Produksi Tanaman Pangan menjelaskan Kunjungan Lapangan tersebut diharapkan nantinya dapat meningkatkan motivasi para petani pamekasan untuk terus berkreasi dan berjuang meningkatkan produksi dan produktivitas pertaniannya khususnya jagung. Diharapkan juga melalui dem mini jagung untuk memberi contoh langsung kepada petani sehingga petani dapat melihat, mengamati dan membedakan antara jagung lokal dengan jagung hibrida, dengan harapan perilaku petani berubah yang awalnya menggunakan benih jagung lokal ke benih jagung hibrida. ( Admin Ari12)

        Berdasarkan Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : K26-30/P6506/VI/19.01, tanggal 28 Juni 2019, Perihal Penyampaian Hasil Seleksi PPPK Pemerintah Kab. Pamekasan Tahun 2019, dengan ini disampaikan hal-hal Hasil Ujian Seleksi Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Pamekasan, sebagaimana terdapat dalam tautan di bawah ini :

PENGUMUMAN

HASIL SELEKSI KOMPETENSI