Copyright 2019 - Custom text here
  • HUT RI

  • PRISMA

  • MENTAN

  • PANCASILA

  • IDHUL ADHA

  • #PapuaDamai

Tembakau madura merupakan salah satu tembakau lokal semi aromatis yang dikembangkan di Pulau Madura. Tembakau ini pertama kali masuk ke Pulau Madura pada tahun 1830 oleh BAT dan Faroka. Variasi fenotipe tembakau madura yang berkembang saat ini merupakan hasil persilangan antar tanaman atau populasi (intercrossing), seleksi alam dan proses adaptasi.

Ternyata sejak tahun 1830 tembakau ditanam oleh penduduk pulau Madura dan Jenis tembakau yang dibudidayakan petani di Madura tentunya sudah beradaptasi lama dengan kondisi lingkungan tumbuhnya, sehingga mempunyai karakteristik yang khas. Namun demikian sejarah tentang penanaman tembakau di Madura belum pernah diteliti, sehingga informasi yang tersedia belum terdokumentasi dengan baik.

Kondisi lingkungan tumbuh yang umumnya berupa lahan kering beriklim kering, ternyata sangat sesuai untuk berkembangnya tembakau, karena tanaman ini lebih tahan terhadap kondisi kering daripada kondisi basah. Selain itu kondisi lingkungan tumbuh yang didominasi lahan tegal menghasilkan tembakau yang mempunyai ciri aroma khas. Kekhasan aroma tembakau yang gurih, menjadikan tembakau madura disukai oleh industri rokok keretek. Hampir semua industri rokok keretek besar mempunyai gudang pembelian di Madura, sehingga petani tidak bingung menjual hasil panennya. Dengan demikian pertembakauan di Pulau Madura mempunyai peranan penting bagi perekonomian petani, daerah dan industri rokok keretek.

Berikut ini kita sampaikan MORFOLOGI TEMBAKAU MADURA

HABITUS
Pada fase awal berbunga habitus tembakau madura berbentuk kerucut, sedangkan pada fase generatif (setelah topping) berubah, lebih kebentuk silindris.

AKAR
Tanaman tembakau memiliki akar tunggang. Jika tanaman tumbuh bebas pada tanah yang subur, pertumbuhan akar dapat mencapai panjang 40-50 cm. Selain akar tunggang terdapat bulu-bulu akar dan akar serabut. Akar tanaman tembakau kurang tahan terhadap air yang berlebihan karena dapat meng-ganggu pertumbuhan akar bahkan tanaman dapat mati.

BATANG
Batang tanaman tembakau madura sama dengan tembakau pada umumnya, yaitu berbentuk agak bulat, batangnya agak lunak tetapi kuat, dan makin ke ujung semakin kecil. Pertumbuhannya tegak, berwarna hijau muda dan berbulu. Tinggi tanaman antara 58–105 cm dengan internodia rapat. Ruas-ruas batang mengalami penebalan dan menjadi tempat tumbuhnya daun.

DAUN
Daun tembakau tergolong daun tunggal, berbentuk oval sampai bulat telur, tergantung pada varietasnya. Daun tembakau sebagai bahan baku susur berbentuk jantung, sedangkan daun yang digunakan untuk produksi rokok berbentuk oval. Varietas Prancak 95 memiliki bentuk daun oval dan varietas Cangkring 95 berbentuk oval menyempit. Warna daun umumnya hijau kekuningan. Bertangkai (untuk tembakau susur) atau duduk (untuk tembakau rajangan) pada batang dengan sudut berkisar antara 41°–60°, tersusun secara spiral.

BUNGA
Bunga tanaman tembakau merupakan bunga majemuk yang tersusun dalam beberapa tandan berbentuk piramid, masing-masing tandan berisi sampai 15 bunga, yang terletak di ujung tanaman. Berdasarkan cara pembungaannya, merupakan tanaman yang menyerbuk sendiri (self pollination), tetapi sekitar 4–10% menyerbuk silang (cross pollination).

BUAH (KAPSUL) & BIJI

Buah tembakau berbentuk bulat lonjong dengan panjang antara 1,5– 2 cm. Saat masih muda, buah berwarna hijau dan saat masak berubah coklat (Ochse et al. 1961), di dalamnya banyak berisi biji yang bobotnya sangat ringan.

 

PEMUPUKAN TANAMAN TEMBAKAU

Ketersediaan hara merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap produksi dan mutu tembakau. Nah, selain dari tanah, sumber hara ini juga dapat disediakan melalui pemupukan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemupukan tembakau, yaitu pupuk harus sesuai dengan kebutuhan tanaman dan tidak mengandung klor (Cl) dalam jumlah besar, karena bila klor yang terdapat dalam daun lebih dari 1% maka dapat menurunkan daya bakar.

Pemupukan tembakau memang sedikit rumit karena kekurangan unsur hara dapat menghambat pertumbuhan tembakau, dan sebaliknya bila kelebihan dapat mengakibatkan kemasakan yang dipercepat “prematur” sehingga produksi dan mutu tembakau tidak optimal.

Sebelum membahas masalah pemupukan, mari berkenalan dengan beberapa unsur hara esensial bagi tanaman tembakau yuk. Unsur hara tersebut adalah :

Nitrogen (N)

N merupakan penyusun nikotin, jenis alkaloid yang menyebabkan tembakau mempunyai ciri rasa khas yang dinikmati oleh para perokok.

Fosfor (P) 

P berperan penting pada fase pertumbuhan tanaman dan pemasakan daun tembakau. Tapi hati-hati, pemberian P berlebihan akan menyebabkan daun prematur.

Kalium (K) 

K berpengaruh terhadap hampir semua proses fisiologis tanaman dari pertumbuhan sampai produksi. Pemupukan K dapat meningkatkan atau memperbaiki warna, tekstur, daya bakar, dan sifat higroskopis tembakau. Selain dipengaruhi oleh ketersediaan hara, serapan hara pada masing-masing varietas berbeda-beda. Ini adalah beberapa dosis pupuk yang optimal untuk beberapa varietas yang ada di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. :

  1. Varietas Prancak S1 Agribun dan Prancak T1 Agribun: N + 36 P2O5 + 75 kg K2O + 5 ton pupuk kandang/ha
  2. Varietas Prancak-95: 60 kg N + 45 kg P2O5 + 102 kg K2O + 5 ton pupuk kandang/ha
  3. Varietas Prancak N-1: 40 kg N + 36 kg P2O5 + 60,5 kg K2O + 5 ton pupuk kandang/ha

Sedangkan waktu pemberian pupuk N dan K dapat diberikan dengan 2 kali pemberian yaitu:

  1. Pupuk N dan K 1/3 dosis diberikan pada umur 7–10 hari, ditugal pada jarak 10–15 cm disekeliling batang, kemudian ditutup tanah. 
  2. Pupuk N dan K 2/3 dosis diberikan pada umur 21–25 hari, ditugal pada jarak 20-25 cm disekeliling batang, kemudian ditutup tanah. 
  3. SP-36, kiserit diberikan sebelum tanam pada lubang tanam. 
  4. Penggunaan pupuk organik dapat dilakukan pada saat pengolahan, atau sebelum tanam dengan syarat pupuk harus sudah benar-benar masak dan dosis menyesuaikan dengan kesuburan lahannya.

TAHAPAN PANEN TEMBAKAU

Panen tembakau dilakukan pada saat tepat masak secara fisiologis. Hal ini bisa dilihat dari ciri-ciri tembakau yang warnanya hijau berubah menjadi hijau kekuningan dan gagangnya mudah dipatahkan pada saat dipetik. Waktu yang tepat untuk proses pemanenan adalah pada saat pagi hari setelah embun menguap atau sekitar jam 8 pagi. Proses pemeraman dibutuhkan kadar air cukup agar proses kimia dapat berlangsung, tetapi kelebihan kadar air juga dapat mengakibatkan tanaman busuk saat diperam. Sebaiknya pada saat panen jangan memanen daun muda karena klorofilnya masih stabil, sehingga menghasilkan warna hijau mati. Perlu #SobaTani ketahui, bahwa dalam asap rokok, klorofil dapat menyebabkan bau langu/getir. Setelah dipanen, dilakukan sortasi daun dengan mengelompokkan daun yang telah dipanen sesuai dengan ukuran dan tingkat kemasakan daun dan dilanjutkan dengan pemeraman. Pemeraman biasanya berlangsung 2-3 hari, dan jika warna daun telah berubah menjadi kuning rata dilanjutkan dengan perajangan dan pengeringan.

Tembakau dapat dipanen dengan memetik daun secara serentak dari daun bawah sampai atas. Pada tembakau dataran tinggi, 4-8 daun bawah dipanen sebagai tembakau krosok, dan 8-12 lembar daun atas sebagai tembakau rajangan. Sedang pada tembakau dataran rendah, 6-8 lembar daun bawah digunakan sebagai tembakau krosok, dan 12 lembar daun atas digunakan sebagai tembakau rajangan.

Sebagai tambahan, setiap jenis tembakau memiliki karakter tertentu yang menjadi penciri jenis tembakau tersebut. Nah untuk tembakau madura yang merupakan salah satu jenis tembakau semi aromatis, dengan aroma yang harum. Tembakau madura digunakan sebagai bahan baku rokok keretek, dan kebutuhannya meningkat seiring dengan semakin meningkatnya selera konsumen kearah rokok yang lebih ringan, karena kadar nikotin tembakau madura umumnya tergolong rendah. Upaya pemenuhan kebutuhan tembakau di capai melalui usaha-usaha untuk meningkatkan produksi dan mutu tembakau. Diharapkan dengan penerapan teknologi budi daya yang tepat dapat meningkatkan produktivitas dan mutu tembakau.

Download Sejarah dan Peranan Tembakau  Madura : Balittas  Karangploso, Malang, Jawa Timur