Copyright 2019 - DISTANPHP KAB. PAMEKASAN Email : distanphp@gmail.com
  • Ramadhan

  • Kunjungan Menteri

  • Hari Santri

  • Adipura

 

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada pembangunan sektor pertanian di Pulau Madura, Jawa Timur. Di Kabupaten Pamekasan, Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan APBN 2019 sebesar Rp. 42 Miliar lebih untuk percepatan program pertanian.

Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam, S.Psi saat menerima kunjungan kerja Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Moh Ismail Wahab, M.Si selaku PJ Kabupaten Pamekasan untuk Program Percepatan Pertanian di Madura beserta rombongan Selasa 5 Maret lalu, terus mengapresiasi perhatian Pemerintah pusat kepada Pamekasan.

"Kita dibantu kawasan (jagung, padi, horti), alsintan, unggas, bahkan ada pemberdayaan petani juga. Paket lengkap," ujar Baddrut Tamam. Selain itu, menurutnya kabupaten yang dipimpinnya juga akan menerima mini eskavator untuk membangun embung, dan yang terpenting dryer UV untuk pengeringan jagung, padi, dan bawang merah. Dengan bantuan ini ia menjanjikan kerjasama dengan petani dan akan membangun pabrik pakan ternak di Pamekasan. Badrutamam menyampaikan mimpinya untuk membuat kawasan ekonomi terpadu di Pamekasan.

"Pertanian, kelautan dan peternakan punya share 36% terhadap PAD. Saya akan fokus ke bidang tersebut sesuai janji saya. Kita sekarang sudah ada pasar lelang. Ke depan saya berencana buat cafe sawah di tiap desa," katanya.

Baddrut Tamam optimistis karena Pamekasan memiliki semua sumberdaya untuk dimaksimalkan. "Kendala terbesar kita hanya air, tolong dibantu, saya siapkan anggarannya," ucapnya bersemangat.

 Sektor Pertanian Pamekasan Berkembang Pesat

 Pembangunan sektor pertanian di Pulau Madura, Jawa Timur dalam 5 tahun belakangan ini memang terus menguat. Fokus Pemerintah untuk menjadikan pulau yang dihubungkan dengan jembatan Suramadu ini sebagai sentra jagung dan padi, telah berhasil membawa Madura sebagai salah satu wilayah penyangga jagung pakan ternak nasional.

Begitupun dengan komoditas hortikultura strategis seperti bawang merah dan cabai rawit yang terus bertambah luasnya, terutama di Pamekasan dan Sumenep. Pertanaman off season bawang merah yang terus berproduksi selama musim hujan, diakui sebagai penyelamat pasokan nasional. Petani kerap mendapat harga baik di musim ini.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat data Luas Panen jagung naik 0,1%, padi 10% pada periode 2016-2017. Di tahun 2018 luas bawang merah naik 10,5% dan cabe rawit naik 17%. Luas panen jagung terus naik dari sebelumnya 296 ribu ha menjadi 300 ribu ha. Begitupun bawang merah dari 2.414 ha ke 2.667 ha.

Dirjen Sayuran dan Tanaman Obat, Dr. Ir. Moh Ismail Wahab, M.Si menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras bupati dan jajarannya sehingga meraih capaian yang membanggakan ini. "Merubah mindset petani sini untuk beralih kebiasaan tanam jagung lokal ke hibrida itu sudah luar biasa. Di sini malah tinggal 10-20% saja yang masih lokal. Hebat bupatinya," terangnya.

Ismail menambahkan, Madura mendapat sinar matahari yang panjang sehingga bentuk, warna dan rasa hasil pertanian lebih maksimal. "Contoh, warna bawang jadi lebih merah, rasa mangga lebih manis, beda dan khas. Saya dukung penuh rencana Bupati untuk buat pabrik pakan. Sebagian besar masalah bisa selesai. Jika ada usulan tambahan alsintan seperti pompa, silahkan ajukan ke kami," imbuhnya yakin.

Kepala BPTP Jawa Timur, Dr. Ir. Chendy Tafakresnanto, MP  yang juga hadir bersama Ismail dalam pertemuan dengan Bupati Pamekasan menambahkan, bahwa pihaknya dapat membantu identifikasi sumber-sumber air dalam di Pamekasan.  "Silakan bersurat ke Pak Sekjen Kementan, intinya kami siap bantu," tawar Chendy.

Pemerintah fokus menyelesaikan tiga masalah utama pertanian di Madura. Yaitu air, produktivitas dan SDM dengan total anggaran pertanian mencapai Rp135 miliar.

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementan, Ir. Syukur Iwantoro, M.S., M.B.A mengungkapkan rencana percepatan program pertanian dengan _tagline_ Madura Bersatu, Maju Bersama. Sebagian besar bantuan akan dipercepat sebelum musim hujan berakhir.

Senada dengan Syukur, Direktur Jenderal Hortikultura, DR. IR. Suwandi, M.SC turut menyampaikan dukungannya.

"Kami sudah alokasikan bantuan benih bawang merah, alpukat, jeruk ke Pamekasan, kawasan ke Sumenep dan Sarana Pascapanen ke Sumenep dan Sampang," ujarnya.

Dengan begitu banyak dukungan, Suwandi berharap program ini berjalan dengan baik dan mennyejahterakan petani Madura. (Sumber : https://news.okezone.com, Dirjen Hortikultura)